Tokoh Pers Sumbar MS. Sukmajaya Telah Tiada

Ilustrasi (okezone)
Ilustrasi (okezone)

PADANG – Inna lillahi wainnahilaihirojiun. Keluarga besar PWI Sumatera Barat kembali berduka atas meninggalnya wartawan senior Maas Saidin Sukmajaya (74 ) Minggu (16/4) dini hari pukul 02.30 di Rumah Sakit Umum M.Djamil, Padang. Sekitar seminggu lalu di komplek yang sama juga telah meninggal wartawan senior A.Pasni Sata (74).

MS Sukmajaya adalah pemegang kartu PWI seumur hidup yang semasa hidup beliau tetap teguh dengan profesinya. Pemimpin Umum dan Pemimpin  Redaksi Harian Semangat Imam Bonjol 50 tahun 80-an sampai 1990  itu telah melahirkan  banyak wartawan andal.

Di antaranya Khairul Jasmi yang kini Pemimpin Redaksi Singgalang. Ada Gatot Santoso yang hijrah ke Media Indonesia dan Koresponden TPI untuk Sumbar. DR. Mafri Amir, dosen IAIN Imam Bonjol yang migran ke Jakarta dosen UIN. Zulnadi yang merupakan Pengurus PWI dan Pemred SemangatNews. Fitri Adona yang sukses sebagai dosen Unand di Fakultas Sastra.

Hampir semua wartawan Semangat berhasil di bawah binaan Sukmajaya. Sebutlah Wiztian Yutri yang ikut membesarkan Padang Ekspres dan kini komisaris Semen Padang. Lailatul Aidil  dan Umarzam kini mengelola Mingguan Rakyat Sumbar. Firdaus Abe salah seorang pimpinan di Harian Rakyat Sumbar. Nofi Sastra koresponden sejumlah tabloid olahraga.

Ikut melayat Mantan Walikota Padang dan Mantan Ketus PWI Sumbar H. Zuiyen Rais di rumah duka komplek wisma warta Ulak Karang, Padang.

Menurut Zuiyen, karier Sukmajaya dimulai sejak 1963 yang diawali dengan membuat sajak, puisi dan cerpen di Harian Aman Makmur. Harian ini terbit 1 Maret 1963.

“Saya yang menerima tulisan dan naskah Sukmajaya,” kata Zuiyen Rais. Karena naskahnya tentang seni dan budaya maka ditunjuklah Sukmajaya pengelola dan pengasuh rubrik budaya di Harian Aman Makmur.

Namun Media ini tidak lama bertahan dan pindah ke Harian Semangat yang dikelola Kodam III/17Agustus. Di sinilah MS. Sukmajaya melanjutkan kariernya hingga menjadi Pemimpin Umum dan pemimpin Redaksi Harian Semangat yabg berakhir era tahun 1990 an.

Puluhan pelayat hadir di rumah duka, terlihat karib kerabat handai tolan. Ketua PWI Sumbar H. Heranof didampingi Gusfen Khairul anggota  DKP Sumbar.Terlihat juga Leonardy Harmaini mantan Ketua DPRD dan DPD Golkar Sumbar. Almarhum dikebumikan di pemakaman umum Tunggul Hitam sesudah Shalat Zuhur  diantar puluhan pelayat di antaranya  Ketua DKP Basril Basyar, wartawan seniman Alwi Karmena dan Pinto Janir.

Sukmajaya meninggalkan dua anak perempuan Rini dan Rian. Sedangkan istri beliau Rosmaniar telah meninggal  pada 2002. Dua tahun sebelumnya anak tertua beliau Budi mendahului mama dan papanya. Selamat Jalan  Papa Sukmajaya. Jasamu tetap kami kenang. (kj)