Tradisi ‘Wiwitan Petik 2018’ PT MKS Dihadiri Direktur RNI dan Bupati 

Direktur RNI, B. Didiek Prasetyo (Kanan), anggota DPRD Sumbar Zigo Rolanda, Bupati H. Muzni Zakaria dan Direktur PT. Mitra Kerinci Yosdian, tengah melakukan pemetikan teh, pada kegiatan ‘wiwitan petik 2018, Kamis (4/1). (*)

PADANG ARO – Mengawali kegiatan produksi teh 2018. PT Mintra Kerinci Solok Selatan, gelar kegiatan ‘ Wiwitan Petik 2018’, di area perkebunan di Sungai Lambai, Kamis (4/1)

Kegiatan yang sudah menjadi tradisi setiap awal tahun dan sebagai simbol petikan teh pertama pada musim produksi 2018 ini, dihadiri Bupati H. Muzni Zakaria, bersama dengan Direktur RNI, B. Didiek Prasetyo, Direktur Mitra Kerinci Yosdian, nggota DPRD Sumbar Zigo Rolanda, Ketua DPRD Solsel Sidik Ilyas, Forkopimda dan beberapa pimpinan OPD.

Yosdian mengatakan, wiwitan petik merupakan kegiatan budaya dengan inti acara bersyukur kepada Allah SWT dan berharap produksi teh dapat lebih baik kedepannya. Selain itu, kegiatan tradisi petik teh setiap awal tahun ini, diharapkan dapat juga menjadi salah satu sumbangsih PT. Mitra Kerinci untuk menambah khasana tradisi yang bisa menunjang kunjungan wisata ke Solsel.

Yosdian mengapresiasi usaha Pemkabuntuk membangun Masjid Agung dan pembangunan pembangkit listrik yang investasinya cukup besar di area kawasan kebun Mitra Kerinci. Hal ini dapat juga membawa perubahan untuk kebaikan dan peningkatan produksi.

PT Mitra Kerinci merupakan anak perusahaan BUMN PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang mengelola sekitar 2.025 hektar perkebunan dan pabrik pengolahan Teh Liki di Sangir. Pada 2017 lalu, telah dilakukan pengembangan investasi perkebunan teh dengan peternakan sapi. Kegiatan 2017 lalu itu, merupakan sinergi Kemitraan BUMN hadir untuk negeri antara PT. Mitra Kerinci dengan PT. Pertamina.

“Hasilnya telah mendorong perekonomian masyarakat Solok Selatan untuk mewujudkan kesejahteraan,” tukuk Yosdian.

Sementara itu Didik Prasetyo menjelaskan, produksi teh PT Mitra Kerinci pada 2017, mencapai 3.900 ton, dengan luas areal tanam 1.081 hektar. Sedangkan produksi teh kering 2017 mencapai 3.900 ton.

Bupati Muzni Zakaria berharap dengan adanya kegiatan ‘wiwitan petik’ yang sudah mentradisi setiap awal tahun ini, dapat pula diagendakan untuk mendatangkan wisatawan. Muzni Zakaria juga mengapresiasi, PT. Mitra Kerinci yang telah membuka peluang kerja bagi generasi di daerah.

Apalagi, perusahaan yang berada di bawah kaki gunung Kerinci ini telah mengembangkan berbagai usaha lainnya, seperti adanya pengembangan kacang termahal di dunia (kacang makademia-red), serta adanya pengemban usaha pertanian tanaman, bawang putih.

“Solsel ke depan akan memiliki daya tarik sendiri bagi wisataan, karena, dengan telah dibukanya jalur pendakian Gunung Kerinci. Wisatawan pun akan banyak mendapat kenikmatan. Di antaranya, alamnya yang elok dengan hamparan kebun teh, serta suguhan, Teh Liki yang berkualitas, minum kopi asli racikan anak nagari, dan menunaikan shalat di Masjid Agung,” jelas Bupati. (af)