Tubuh Hanya Butuh 12 Sendok Teh Gula Tiap Hari

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

BICARA asupan gula tubuh, rasanya masyarakat Indonesia sulit untuk menakar-nakar. Lidahnya sudah terbiasa dengan rasa manis, bahkan berlebih. Minum yang pahit, cepat-cepat cari gula. Biar lebih nikmat.

Tapi, penambahan gula secara berlebih itu sangat berbahaya. Bahaya diabetes, penyakit jantung, dan obesitas menjadi risiko terbesar dari kebiasaan salah tersebut. Penambahan gula berlebih juga sangat dilarang pada mereka yang sudah punya masalah itu sebelumnya. Kematian menjadi risiko terberatnya.

Gula berkaitan erat dengan obesitas. Kelebihan berat badan manusia itu salah satu faktor penyebabnya adalah kandungan gula dalam tubuh yang terlalu banyak. Berdasar data, obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat dari 16,8 persen ke 31,4 persen. Begitu juga dengan data diabetes, penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sudah mencapai 10 juta jiwa bila melirik data dari Data International Dianetes Federation pada 2015.

Maka dari itu, Pakar Gizi dan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr dr Saptawati Bardosono menjelaskan, faktor lidah orang Indonesia menjadi salah satu penyebab tren tersebut terus naik. Rasa manis seperti tidak bisa hilang dari orang Indonesia.

Karena itu juga, sambung Dr Sapta, WHO telah menyarankan masyarakat Indonesia untuk memperbaiki aktivitas fisik dan mulai melakukan diet. Salah satunya adalah dengan membatasi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh.

“Kurangi gula putih atau pemanis buatan lainnya. Sebisa mungkin untuk perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran yang mana kandungan gulanya masih alami dan tidak begitu membahayakan tubuh,” ungkapnya kepada okezone di Hotel Akmani pada acara “Tepatkah Konsumsi Gula Anda? Gula Kayu, InovasiTerbaru Atasi Konsumsi Gula Berlebih”, Senin (7/8).

Namun, ada yang perlu Anda perhatikan terkait gula. Sebetulnya, tubuh tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi. Apalagi untuk otak. Sebab, salah satu bahan bakar mengaktifkan otak adalah gula. Dengan kadar yang tepat, tubuh pun akan mendapatkan manfaat yang baik.

Bicara takaran gula ideal, Dr Sapta menjelaskan, berdasar anjuran WHO, manusia dianjurkan hanya mengonsumsi gula putih sebanyak 12 sendok teh. Itu pun pada kondisi tubuh manusia itu tidak bermasalah, maksudnya tidak ada gangguan kekurangan gula atau kelebihan gula dalam tubuh.

Bila asupan gula itu berlebih setiap waktu, maka risiko penyakit tidak menular pun semakin tinggi kemungkinan terjadinya. “Peraturan Kementerian Kesehatan RI No 30 Tahun 2013 merekomandasikan konsumsi gula tidak melebihi 50 gram. Upaya itu untuk menekan jumlah penderita diabetes,” tambahnya. (aci)

agregasi okezone1