Toko Taki
Menu Click to open Menus
Home » Olahraga » TUJUH PEMAIN SUMBAR U-12 MASUK DATA BASE : SSB Jadi Basis Pembinaan PSSI

TUJUH PEMAIN SUMBAR U-12 MASUK DATA BASE : SSB Jadi Basis Pembinaan PSSI

(12 Views) February 18, 2012 6:40 am | Published by | No comment

PADANG – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pimpinan Djohar Arifin untuk melahirkan tim nasional yang munpuni yang bisa bersaing di tingkat Asia dan dunia, tampaknya tidak main-main. Untuk standarisasi pembinaan sepakbola di Tanah Air, mereka akan membuat panduan bagi para pelatih sekolah sepak bola (SSB).
“Ke depan pembinaan ada di Pengcab-pengcab, dan sekolah sepakbola menjadi basisnya. Ka rena itu, PSSI akan membuat kuri kulum bagi SSB-SSB untuk pem binaan usia 12-18 tahun. Serta untuk pedoman pelatih. Ini akan kita keluarkan antara April atau Mei. Kurikulum tersebut bisa diakses di www.ssbindonesia.com,” ujar Timo Scheunemann, direktur pembinaan usia muda PSSI, saat memberikan motivasi kepada para pelatih Sum bar di kampus FIK UNP, Lubuk Buaya, Padang, Jumat (17/2), usai seleksi pembentukan pemain timnas U-12 yang akan bertanding ke Jepang, Mei/Juni 2012.
Dalam seleksi yang diikuti sekitar 80 pemain di Sumbar tersebut terjaring tujuh pemain. Mereka Afdal, Jefri Oktavio, Yoldo Yondra, Jiro Batara, Agung Azhar, M. Ilham dan Hanafi Ananda.
Namun, ujar Timo, mereka belum dipastikan terpanggil, karena tim PSSI masih akan melakukan tur seleksi di 37 daerah. Yang, pasti tujuh pemain tersebut akan di-masukan ke data base PSSI.
Menurut mantan pelatih Per-sema Malang itu, sekaitan untuk merealisasi ‘mimpi’ tersebut pem-binaan usia muda harus di-utamakan.
“Logikanya jelas, kalau SDM pemain dibenahi, liga Indonesia akan meningkat mutunya. Setali tiga uang, kualitas tim nasional akan meningkat dan prestasi menjadi suatu yang mungkin bisa diraih. Mesti tidak ada garansi prestasi tentunya karena faktor negera lain tidak bisa dikesampingkan. Selain ketertinggalan kita bergitu jauh, negara lain juga tidak tinggal diam, di saat kita mulai melakukan pem-benahan guna mengejar keter-tinggalan kita. Demi sebuah ‘ke-mungkinan untuk berprestasi’ kita harus bekerja keras dan melakukan perubahan,” ujarnya.
Perubahan yang dimaksud kata-nya, adalah dilakukannya kompetisi usia muda di seluruh Indonesia. Kalau sebelumnya banyak Pengcab yang mati suri, kini SK dari PSSI pusat mengharuskan setiap Peng-cab untuk berpartisipasi. Dana dari menegpora digelontorkan guna memukinkan Pengcab melakukan kompetisi antar ssb guna mem-bentuk tim terbaik Pengcab kategori U-12, 14, 16 dan U-18.
Menurunya, dengan adanya dana bantuan tersebut, membuat tidak ada alasan bagi Pengcab untuk tidak menggulir kompetisi antar ssb di daerahnya dan kemudian membentuk tim seleksi Pengcab untuk empat kategori usia tersebut.
Seterusnya, tim seleksi Pengcab untuk tidak dibubarkan setelah kompeteisi selesai, melainkan tetap berlatih bersama sepanjang tahun (non stop) paling tidak 2x sepekan. Selebihnya, pemain pengcab bisa terus bergabung atau berlatih dengan ssb asal.
Sebelum ke tingkat nasional, pengcab harus juara dulu tingkat provinsi, setelah itu harus juara wilayah (Indonesia di bagi dalam enam wilayah). Juara enam wilayah diadu di final di Jakarta.
Selanjutnya, menyangkut muara kompetisi. Kalau sebelumnya, pe-main dipulangkan ke daerah ma-sing-masing tanpa tindak lanjut, sekarang pemain pilihan haswil ‘scouts nasional’ di 37 titik yang tersebar dari Banda Aceh sampai Papua akan didikan secara khusus di enam akademi Garuda. Masing-masing akademi Garuda berma-terikan pemain pilihan dari 4-7 provinsi. pelatih-pelatih akademi Garuda diwajibkan melatih dengan cara dan metode kepelatihan yang standar.
“Target kami awal tahun ajaran baru (Juni 2012), enam akademi Garuda sudah bisa beroperasi,” ujar Timo yang saat memberikan peng-arahan bersama Taufik, Imral ‘Uncu’ Abus, dan Afriazl ‘Eri Gaek’.
Sementara itu, menyangkut stan-darisasi serta kategori ssb, yang selama ini label ‘SSB’ bisa dengan gampang dipakai sembarang klub sepakbola, kini tidak lagi. “Ke depan ada ketentuan yang harus dipenuhi guna mendapatkan hak memakai label SSB. Kategori terdiri Bina Bola, SSB Bintang I, SSB Bintang II dan III, serta akademi. Wewenang peni-laian sekaligus kewajiban me-mantau diberikan pada Pengcab (universitas negeri) serta PSSI pusat bagian pembinaan usia muda yang dibantu Pengprov,” ujarnya.
Dikatakan, Eri Gaek, kedatangan Timo dan Taufik tersebut selain untuk memantau pemain U-12, juga meninjau kesiapan Padang, dan UNP salah satu tempat akademi Nusantara di samping lima daerah lainnya. Bandung, Malang, Ma-kassar, Balikpapan, dan Manokwari.
Enam akademi tersebut akan membina pemain usia 17 dan 19 tahun. (011)

Categorised in:

No comment for TUJUH PEMAIN SUMBAR U-12 MASUK DATA BASE : SSB Jadi Basis Pembinaan PSSI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>