Tukang Tambal Ban Tipu 5 Pejabat TNI AL, Begini Modusnya

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

MEDAN – Seorang tukang tambal ban di Desa Palipi, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ditangkap petugas Intelijen dan Polisi Militer dari Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I-Belawan.

Tukang tambal ban bernama Pandapotan Sitohang (34) itu ditangkap, karena diduga melakukan penipuan dengan modus mengaku-ngaku sebagai pejabat TNI dan Polri. Tak tanggung-tanggung, pemilik kartu identitas sebuah LSM itu bahkan diduga telah menipu setidaknya lima pejabat di lingkungan TNI AL.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I, Mayor Laut (KH) Sahala Sinaga mengatakan, dalam menjalankan aksinya pelaku kerap kali menelepon dan mengirimkan foto-foto pejabat tinggi TNI atau Polri kepada korbannya.

“Hal itu dilakukan korban untuk mendapatkan respect dari calon korbannya. Setelah itu pelaku meminta sejumlah uang kepada korban. Modusnya itu cukup berhasil. Sejauh ini sudah ada lima orang korban pejabat TNI AL yang melapor, sementara dari kesatuan lain belum tahu,” kata Sahala, Senin (14/11).

Pelaku ditangkap pada Sabtu 12 November lalu, setelah pihaknya melakukan pengintaian sekira satu bulan. Saat ditangkap, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit laptop Acer Asphire E14, 2 unit handphone Acer dan I-Cerry, 3 kartu ATM (BRI, Mandiri dan BNI) atas nama Gustina Purba, 1 unit modem Advance Jetz dan Simcard Simpati 4G, KTP, bukti setoran tunai Bank Mandiri kepada Gusmina Purba dengan jumlah uang Rp20 juta pada 25 Mei 2016.

Petugas juga menemukan bukti resi kirim wesel pos Rp1.000.000 dengan penerima atas nama Gusmina Purba dan pengirim atas nama Pandapotan Sitohang, serta 1 unit printer Canon. Seluruh barang bukti itu disinyalir merupakan hasil kejahatan dan digunakan untuk menjalankan aksi penipuan.

“Petugas dari Detasemen Intel dan Detasemen POM AL langsung melakukan pengintaian terhadap pelaku, setelah mendapatkan perintah dari Komandan Lantamal (Danlantamal) I-Belawan, Laksamana Pertama TNI Robeth Walter Tappangan, yang mendapatkan laporan penipuan tersebut.

Setelah sekitar satu bulan, pelaku akhirnya bisa ditangkap. Sekarang pelaku sudah diserahkan ke polisi untuk penanganan lebih lanjut. Untuk kerugian, kita masih hitung dulu,” tandasnya. (aci)

agregasi okezone1