Tuntut Rekannya Dilepaskan, Ratusan Warga Datangi Mapolres Solok

Suasana tegang di depan gerbang Mapolres Solok saat ratusan warga hendak masuk ke komplek Mapolres yang dijaga ketat. (*)

AROSUKA – Kabupaten Solok memanas lagi. Ratusan warga yang bergabung dalam forum masyarakat salingka Gunung Talang kembali melakukan aksi damai. Bila sebelumnya masyarakat demo ke kantor bupati Solok di Arosuka, pada Jumat (28/12) kemarin, mereka mendatangi Mapolres Solok di Lubuak Selasih.

Dari informasi yang dikumpulkan Singgalang, kedatangan warga di Mapolres Solok dipicu karena penangkapan terhadap Andra alias Kacak (32), salah seorang warga Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, yang diduga terlibat pembakaran mobil operasional PT Hitay yang terjadi pada Senin, 22 November lalu.

Konon, kacak terpaksa dijemput paksa oleh aparat Dirreskrimum Polda Sumbar pada Jumat (28/12) jam 02.00, lantaran tidak pernah datang memenuhi pemanggilan, meski pihak polisi sudah 2 kali menanggil yang bersangkutan.

Pemanggilan Kacak lebih untuk memberikan keterangan terkait rusuh massa yang mengakibatkan satu unit mobil operasional perusahaan PT. Hitay dibakar massa ketika membawa pimpinan perusahaam tersebut ke lapangan.

Masyarakat datang menggunakan truk, mobil dan motor menuju Mapolres, namun sesampai di depan Mapolres Arosuka mereka dihadang di depan pintu masuk oleh anggota Polres Arosuka.

Kapolres Solok AKBP. Ferry Irawan didampingi Kasat Intelkam AKP Sosmedya mencoba menenangkan warga dan melakukan dialog.

Dari dialog itu, perwakilan warga mengaku tidak puas dengan penangkapan Kacak yang dilakukan aparat Polda Sumbar yang dilakukan pada tengah malam.

Di sisi lain, perwakilan warga memegaska. pelaku kerusuhan yang terjadi pada bulan lalu, juga tidak sendiri tapi dilalukan secara spontan oleh masyarakat.

“Ini yang kami sesalkan, kenapa cuma dia (Kacak) saja yang ditangkap. Sementara pelakunya kan tidak sendiri. Kami tidak akan melindungi siapapun yang terbukti bersalah,” kata Malego, tokoh masyarakat setempat.

Ia mengaku membawa aspirasi warga yang menuntut kepada Polres Solok untuk melepaskan Kacak dari ruang tahanan.

Sebagai solusi dari dialog itu, akhirnya disepakati untuk mengirim utusan warga Kampung Batu Dalam guna melihat kondisi Kacak yang sedang berada di tahanan Mapolda Sumbar.

Menanggapi aksi damai warga Kapolres menerangkan, penangkapan terhadap Andra (Kacak) yang diduga sebagai pelaku rusuh pada November lalu sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Mewakili Polda, pihaknya telah mengirimkan 2 kali surat panggilan, namun tidak dipenuhi. “Untuk yang ke tiga, yang bersangkutan (kacak) terpaksa dijemput paksa oleh anggota Dirreskrimum Polda Sumbar dan langsung dibawa ke Padang untuk menjalani proses hukum,” jelas Kapolres.

Terkait hasil mediasi dengan warga, selain meminta pihak keluarga untuk melihat kondisi Kacak. Pihaknya juga meminta Kasat Reskrim Polres Arosuka untuk mendampingi ke Mapolda.

“Ini kita lakukan agar keluarga dan masyarakat tahu kondisi yang sebenarnya dan tidak menduga-duga lagi kalau Kacak masih berada di tahanan Mapolres Solok,” sebutnya.

Menyangkut proses kasus ini, Kapolres Solok tidak menampik akan ada pengembangan terhadap pelaku lain yang terlibat pada kerusuhan di Batu Bajanjang pada bulan lalu tersebut. (216)

Loading...