UNESCO Akui Masjidil Aqsa Situs Warisan Islam

 

Masjidil Aqsa di Yerusalem. (okezone)
Masjidil Aqsa di Yerusalem. (okezone)

YERUSALEM – Para Pemimpin Palestina menyambut baik keputusan badan kebudayaan dan pendidikan PBB, UNESCO untuk mengadopsi resolusi yang secara keras mengkritik kebijakan Israel di sekitar kompleks Masjidil Aqsa atau yang disebut dengan Temple Mount oleh umat Yahudi.

Sebaliknya, keputusan UNESCO itu mendapat kecaman keras dari Pemerintah Negara Zionis. Teks resolusi tersebut menyebut keseluruhan kompleks Masjidil Aqsa hanya dengan nama yang dikenal umat Muslim yaitu Al Aqsa dan Haram Al Haram Al Sharif.

Dengan resolusi ini, UNESCO menolak adanya hubungan antara Israel dengan situs umat Yahudi, Temple Mount dan Tembok Ratapan di Yerusalem sekaligus mengakui Masjidil Aqsa sebagai situs warisan budaya umat Islam.

Wakil Duta Besar Palestina untuk UNESCO, Mounir Anatas yang dilansir Al Jazeera, Rabu (19/10/2016), mengatakan resolusi tersebut mengingatkan Israel bahwa mereka adalah kekuatan penjajah di Yerusalem Timur dan mendesak mereka untuk menghentikan semua pelanggaran yang dilakukan, termasuk penggalian di sekitar situ keagamaan.

Resolusi UNESCO itu juga mengecam Israel atas pembatasan terhadap umat Muslim ke kompleks Masjidil Aqsa dan agresi yang dilakukan oleh polisi dan tentara Israel.

Resolusi yang diajukan oleh Aljazair, Mesir, Lebanon, Maroko, Oman, Qatar, dan Sudan itu semula disetujui oleh 24 negara, dan ditolak oleh enam negara, sedangkan 26 negara lainnya menyatakan abstain.

Masjidil Aqsa terletak di Yerusalem Timur yang dianeksasi Israel menyusul invasi Negara Zionis itu pada 1967 sebagai bagian dari pendudukan militer di Tepi Barat. Sampai saat ini, langkah Israel itu tidak mendapat pengakuan dari komunitas internasional.

Pelanggaran dan pendudukan pasukan Israel di kompleks Masjidil Aqsa sampai saat ini telah menimbulkan protes yang berujung pada kematian dan luka-luka dari pihak warga Palestina. Akses umat Muslim ke tempat suci tersebut juga semakin dibatasi oleh pasukan pendudukan. (lek)

agregasi okezone1