Upaya Sejahterakan Nelayan Membuahkan Hasil

joko-copy

JAKARTA-Presiden Joko Widodo kembali menginstruksikan dan terus bertekad untuk mengembangkan industri perikanan nasional. Terkini, dalam rapat terbatas mengenai pengembangan industri perikanan di Kantor Presiden, Selasa (13/9), Presiden Joko Widodo meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman serta Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mengambil langkah percepatan dalam rangka membangun industri perikanan nasional.

Mengawali pengantarnya, Presiden Joko Widodo mengapresiasi upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan selama dua tahun belakangan yang disebutnya telah memiliki dampak langsung terhadap nelayan, utamanya nelayan-nelayan kecil. Namun demikian, Presiden meminta semua pihak untuk tidak cepat berpuas diri. Sebab, Presiden menyebut potensi kelautan Indonesia masih bisa dimanfaatkan lebih jauh.

“Dengan luas wilayah laut yang mencapai 70 persen, kontribusi di bidang kelautan terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) masih di bawah 30 persen. Saya kira banyak potensi laut dan perikanan yang belum bisa kita manfaatkan secara maksimal,” terang Presiden.

Kabar menggembirakan juga datang dari upaya pemerintah terkait penanganan pencurian ikan di laut Indonesia. Presiden mengungkapkan bahwa upaya-upaya tersebut kini telah mulai menunjukkan hasilnya.

“Stok ikan laut meningkat dan ini harus dimanfaatkan. Selain untuk kesejahteraan nelayan, juga bisa memenuhi kebutuhan konsumsi lokal dan kita harapkan juga bisa mendatangkan devisa bagi negara lewat ekspor,” imbuhnya.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo menyerukan pembangunan industri perikanan nasional untuk memanfaatkan momentum baik yang ada sekarang ini. Sebab, selain pariwisata, industri perikanan diharapkan mampu menjadi tulang punggung utama pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya.

“Beberapa kali sudah saya sampaikan bahwa selain pariwisata, saya kira yang kita harapkan untuk bisa memberikan dukungan pada pertumbuhan ekonomi ada di bidang kelautan dan perikanan. Adanya kebutuhan bahan baku dari industri perikanan ini juga akan membuka kesempatan untuk peningkatan penghasilan yang lebih besar bagi rakyat kita,” ucap Presiden.

Hadir dalam rapat tersebut di antaranya ialah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri  Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki.

Demikian Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin (rahmat)