Usaha Penggemukan Sapi Zarbaini Janjikan Keuntungan Menggiurkan

Yose Elfiranto petugas peternakan dari UPT Puskeswan Wilayah VIII tengah berdialog dengan Zarbaini Labai Basa di Mudiak Palupuah, Kecamatan Palupuh.(lukman)
Yose Elfiranto petugas peternakan dari UPT Puskeswan Wilayah VIII tengah berdialog dengan Zarbaini Labai Basa di Mudiak Palupuah, Kecamatan Palupuh.(lukman)

LUBUK BASUNG – Zarbaini Labai Basa (61) petani peternak penggemukan sapi di Mudiak Palupuah, Kabupaten Agam tidak akan berhenti dari usahanya sebagai petani penggemukan sapi. Dengan usaha yang ia geluti itu semenjak 11 tahun lalu, tepatnya dari 2006 memperoleh keuntungan lumayan.

Ketika ditemui Jumat (22/9) Zarbaini bercerita suka-duka kehidupan awal keluarganya. Dari hasil penggemukan sapinya sebanyak dua ekor dengan jumlah investasinya Rp18 juta, dipelihara enam bulan berikutnya laku dijual senilai Rp56 juta.

Tentu saja Zarbaini mendapat bimbingan dari Dinas Pertanian Agam UPT Puskeswan Wilayah VIII di Kecamatan Tilatang Kamang. Dua petugas Puskeswan Nurhasiswan dan Yose Elfiranto rajin datang memberi bimbingan.

Sekurangnya satu kali 15 hari petugas dari Puskeswan Wilayah VIII itu datang membina, sekalian juga membawa obat-obatan yang diperlukan dalam usaha penggemukan sapi itu. Di tempat pemeliharaan dua petugas Puskeswan itu melakukan pemeriksaan kesehatan hewan yang dipelihara Zarbaini Labai Basa.

Menurut Yose Elfiranto, Zarbaini itu orangnya ulet. Lahan di sekitarnya yang subur itu dimanfaatkan untuk ditanami rumput, selain juga ternak piaraan itu juga diberikan kosentrat lainnya.

Potensi alam yang tersedia apabila dimanpanfaatkan dengan baik, tidak ada yang terbuang, seperti apa yang dilakukan Zarbaini Labai Basa.

Karena pandainya Zarbaini Labai Basa memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitarnya, ia berhasil meraup keuntungan.

UPT Puskeswan Wilayah VIII tidak hanya melayani kesehatan hewan, tapi juga memberi penyuluhan terhadap analisa kelayakan terhadap usaha. Hal itu penting diberikan kepada peternak. Tak salah kiranya dua ekor sapi milik Zarbaini yang dipelihara selama enam bulan telah bernilai sebesar Rp56 juta.

Zarbaini menggemukkan ternak jantan yang kurus. Ternak yang kurus tentu harganya tidak begitu mahal. Ternak itulah yang dipelihara selama enam bulan, bulan ke tujuh dijual.

Sebelumnya Zarbaini Labai Basa memelihara ternak dengan cara konvensional, dipelihara hingga sampai dua tahun. Teknik pemeliharaan seperti itu tidak membawa keuntungan lebih besar, sehingga ia mendapat keuntung terlalu kecil. Ketika Toton dan Nurhasiswan membina petani penggemukan sapi ini, diubah polanya sehingga memperoleh pendapatan signifikan. (lukman)