Usaha Percetakan Senang Ujian Nasional Dilaksanakan di Daerah

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Adanya wacana moratorium Ujian Nasional (UN) mulai 2017 disambut baik usaha percetakan di Sumbar. Harapannya, dengan beralihnya ujian tersebut, maka naskah ujian akan dicetak di Sumbar.

“Wacana ini positif untuk usaha percetakan di daerah untuk bisa berkembang,” kata Direktur PT Grafika jaya Sumbar, Dasril yang bergerak di bidang percetakan saat dihubungi di Padang, Senin (28/11).

Menurutnya, usaha percetakan di daerah akan berbenah agar bisa bersaing untuk mendapatkan peluang sebagai percetakan yang dipercaya untuk mencetak soal ujian. Selain itu adanya ujian diadakan di tingkat daerah dapat membangun usaha percetakan.

“Ini akan membuat usaha percetakan makin bergairah di daerah,” ujarnya.

PT Grafika Jaya Sumbar sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumbar menurutnya siap berkompetisi secara sehat dengan percetakan lain untuk bisa mencetak soal ujian SMA dan SMK.

Secara pengalaman, menurut Dasril, perusahaan milik Pemprov Sumbar tersebut memang sudah dikenal memiliki spesifikasi untuk mencetak naskah ujian. Bahkan saat UN 2015, PT Grafika pernah dipercaya untuk mencetak naskah ujian dan bisa melaksanakannya dengan baik.

“Ini menjadi modal kita untuk bersaing dengan percetakan lain, selain kualitas yang juga bisa diadu,’ katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendi menyampaikan wacana moratorium atau penghentian sementara Ujian Nasional (UN) SD hingga SMA/SMK mulai 2017.

Muhadjir hanya mengatakan bahwa pelaksanaan moratorium UN tinggal menunggu persetujuan presiden. Saat ini pengajuan program moratorium tersebut sudah ada di Kementerian Sekretaris Negara (Sesneg).(yose)