Usir Kapal Illegal dari Perairan Sumbar

Wagub Nasrul Abit dan Wawako Genius Umar saat penyerahan mesin long tail untuk nelayan. (humas)
Wagub Nasrul Abit dan Wawako Genius Umar saat penyerahan mesin long tail untuk nelayan. (humas)

PARIAMAN – Wakil Gubernur  Nasrul Abit mengajak nelayan di Sumbar agar kompak dan bersatupadu menjaga dan merawat  kawasan laut dan ekosistem yang ada di dalamnya, terutama di kawasan tangkapan ikan.

“Kalau melihat ada aktivitas ilegal kapal tangkap ikan di perairan Sumbar, ingatkan, kapan perlu usir  mereka. Tapi jangan pakai
kekerasan. Atau laporkan kepada petugas pengawasan DKP Sumbar di nomor HP  085274720099 atau 08535613677 atas nama Kapten Edi kapten kapal pengawasan,” terang Nasrul Abit saat menyerahkan bantuan mesin ‘long  tail’ Program Nelayan Desa Terpadu di Dinas Perikanan Pariaman, Jumat (20/10).

Kapal pengawasan DKP Sumbar ini akan bergerak cepat menuju lokasi untuk menindaklanjuti laporan  aktivitas ilegal penangkapan ikan di perairan Sumbar. Kapal tersebut selalu siap kapan saja untuk diterjunkan memberantas aktivitas pencurian ikan secara ilegal.

Wagub menjelaskan, 2017 ada 200 unit lebih peralatan tangkap ikan berupa bantuan mesin long tail  yang disalurkan kepada nelayan di Sumbar. Dengan adanya bantuan mesin ini, diharapkan daya tangkap perahu nelayan bisa lebih jauh ke tengah laut.

Kalau selama ini nelayan kecil hanya menggunakan perahu dayung mencari ikan, dengan jarak tempuh  sangat dekat, dengan adanya mesin long tail mereka sudah bisa mencapai jarak delapan sampai sepuluh  mil ke tengah laut mencari ikan. Harapannya, tentu ikan tangkapan lebih banyak lagi.

Ia mengungkapkan, kehidupan nelayan akan sulit berubah apalagi  mencapai derajat sejahtera, kalau cuma mengandalkan ikan hasil tangkapan.

“Harus ada jenis pekerjaan  dan usaha produktif lain yang mesti dilakoni nelayan maupun keluarganya,” kata Wagub Nasrul Abit

Ke depan istri nelayan di rumah harus sudah memikirkan usaha dan pekerjaan sampingan yang lebih  menjanjikan untuk kehidupan. Membuat kue, usaha budidaya ikan lele atau industri kecil-kecilan bisa dilakukan. Sehingga, kehidupan keluarga nelayan tak hanya bergantung pada hasil tangkapan dari laut.

Dikatakan, banyak tantangan dan kendala yang dihadapi nelayan kecil di Sumbar dalam menjalani  aktivitas melaut. Belum lagi terjadinya kerusakan ekositem terumbu karang akibat aktivitas pencurian  ikan secara ilegal oleh nelayan dan kapal-kapal ikan luar daerah. (tomi)

Wagub Nasrul Abit didampingi Wawako Genius Umar  memberi makan ikan lele di Balai Benih Ikah (BBI) Jati, usai menyerahkan bantuan mesin ‘long tail’  Program Nelayan Desa Terpadu kepada nelayan di Pariaman, Jumat (20/10). (tomi)