Video Permainan Alat Kontrasepsi Tuai Kecaman, Ini Reaksi FK Unand

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (twitter)
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (twitter)

PADANG – Fakultas Kedokteran (FK) Unand akan melakukan evaluasi seluruh kegiatan mahasiswa, terutama yang berkaitan dengam pihak luar kampus. Itu dilakukan untuk mencegah berbagai hal yang tak diinginkan, seperti kasus game memasang alat kontrasepsi yang beredar di dunia maya.

“Ya kami akan melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan mahasiswa. Sebab kami tak ingin kejadian serupa terulang kembali,” kata Dekan FK Unand, Wirsma Arif Harahap, dalam pesan singkat, Selasa (31/10).

Dijelaskannya, acara yang beredar luas di media sosial itu diselenggarakan Cimsa pusat di salah satu hotel berbintang di Padang. Acara diikuti seluruh perwakilan Cimsa Fakultas Kedokteran dari seluruh Indonesia. Malam itu ada beberapa kegiatan dan permainan yang dilakukan mahasiswa.

“Pelaksana kegiatan itu adalah Cimsa pusat. Terkait dengan game kondom dari video yang terlibat mahasiswa berjaket merah. Itu bukan mahasiswa FK Unand, karena jaket mahasiswa FK Unand berwarna hijau,” terang Wirsma.

Dalam kegiatan itu, sebutnya, ada tiga mahasiswa FK Unand, tapi karena merasa acara dari Cimsa pusat, mereka tidak berani melarangnya. Kegiatan itu pada dasarkan adalah semacam ajang sosialisasi tapi kemasannya bukan seperti game itu.

“Kegiatan itu di luar kampus dan tanpa dampingan dosen. Kami akan kirim surat ke presiden Cimsa itu. Sementara, untuk mahasiswa kami yang terlibat, akan kami berikan sanksi disiplin sesuai keputusan sidang yang akan kami laksanakan. Sebab, meskipun bukan panitia atau panitia, mereka punya kewajiban melarang dan menjaga nama baik almamater,” ujarnya.

Sementara, terpisah Wakil Dekan III, Netti Suharti menjelaskan untuk tiga mahasiswa mereka serta panitia dari FK Unand, yang terlihat dalam vidio tersebut akan menjalani investigasi pada komisi disiplin.

“Pak Dekan sudah meminta klarifikasi dan pertanggung jawaban dari Cimsa pusat. Dalam hal ini mereka sudah meresponnya dan membuat surat permintaan maaf pada masyarakat banyak,” jelas Netti.

Sebelumnya sebuah video berdurasi sekitar 28 detik menampilkan kegiatan mahasiswa kedokteran yang sedang menggelar acara beredar luas. Dalam video itu terlihat mahasiswi memasangkan kondom. Video itu menjadi viral dan mendapat kecaman dari berbagai pihak, sebab mereka menilai kegiatan itu tak layak dilakukan.

Cimsa (Center for Indonesian Medical Students’ Activities) adalah organisasi yang menjadi pusat kegiatan mahasiswa kedokteran di Indonesia. (yuke)