Walikota Bukittinggi Mulai Lakukan Mutasi

Kantor Walikota Bukittinggi. (*)
Kantor Walikota Bukittinggi. (*)

BUKITTINGGI – Gelombang mutasi di lingkungan Pemerintahan Kota Bukittinggi, Senin (3/10). Sebanyak 102 pejabat eselon III dan IV di mutasi dan dirotasi ke sejumlah SKPD.cWalikota Bukittinggi juga mencopot 15 pejabat dari eselon III dan eselon IV.

Ke-15 pejabat yang dicopot antara lain, Kepala Kesbang Pol yang sebelumnya dijabat oleh Joni Feri diganti Martias Bayu yang sebelumnya menjabat Kasi Perbengkelan pada Dishub.

Kabid Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja pada Dinas Sosnaker yang sebelumnya dijabat Yunizul, digantikan Yanuzir yang sebelumnya menjabat Sekretaris pada Dinas Koperindag.

Sekretaris Dinas Kesehatan Bukittinggi yang sebelumnya dijabat oleh Hafrizal digantikan oleh dr. Deny Efriyanti. Kepala UPTD Puskesmas Gulai Bancah dr. Sanora Yuder digantikan oleh dr.Faradilla yang sebelumnya yang sebelumnya menjabat kepala UPTD Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad.

Kabang Pembangunan pada Sekretaris Daerah Ahmad Fauzi digantikan oleh Heriman yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Hukum.

Sekretaris Kecamatan ABTB Yelrizon digantikan Aguslim yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pariwisata. Kasi Promosi dan Kerjasama pada Disbudpar, yang sebelumnya dijabar Zilf Linda Zubir digantikan oleh Aprilia Astuti.

Kabid Program Data, dan Pengembangan BP2TPM Makruf juga di copot, hal yang sama juga terjadi pada jabatan Kasi Dokumentasi dan Pemeliharaan pada kantor arsip dan perpustakaan yang dijabat oleh Rozalini, dan Sekretaris DKP yang dijabat oleh Asri, serta kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dishub yang dijabat oleh Achir Purnama.

Selain itu empat lurah juga dicopot di antaranya Lurah Puhun Tembok, yang dijabat oleh Ujian Trianto, Cimpago Ipuah yang dijabat oleh Syafar, Lurah Ladang Cakiah yang dijabat oleh Armen, dan Lurah Kubu Tanjung ,yang dijabat oleh Alwis

Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias pada pelantikan pejabat eselon III dan IV itu mengatakan mutasi merupakan hal yang biasa dilakukan oleh suatu organisasi. Mutasi bukan persoalan suka dan tidak suka, namun siapapun yang menjadi walikota mutasi itu tetap akan dilakukan. Karena selain untuk meningkatkan kinerja aparatur dan memperkuat jajaran pemerintahan, mutasi juga dilakukan untuk penyegaran.

“Dari 102 pejabat eselon III dan IV yang dilantik  ada yang kita naikkan pangkat dan ada juga yang kita dimutasi,”ujarnya. (gindo)