Warga Pessel Ini Sudah 34 Tahun Pelihara Buaya di Rumahnya

PAINAN –Edy Muly (54) warga Desa Batu Tembak, Jalan Lintas Painan – Bengkulu, Kilometer Dua, Kenagarian Painan Selatan kembali memperlihatkan buaya piaraannya setelah berpuluh tahun berada dalam pengawasan dan perawatannya.

“Si Buyung berpindah kandang” ucap Edy Muly kepada Singgalang.

Dipindahkannya dari kandang kecil ke kandang yang lebih besar, seekor Buaya sepanjang empat meter dengan perkiraan berat sekitar satu ton itu cukup menggemparkan warga.

Kamis (22/9) sekitar pukul 18.30 terlihat warga dan pengendara berhenti untuk menyaksikan binatang piaraan Edy Muly itu di dalam sebuah pagar petak sebelah rumahnya. apak-copy

Edy mengaku telah merawat binatang yang dilindungi negara tersebut semenjak umur delapan bulan. Kini usianya sudah memasuki yang ke 34 tahun.

Ia merasa senang melindungi dan merawat buaya piaraan tersebut. Bahkan pemerintah daerah pernah menawarkannya untuk menyerahkan buaya itu ke kebun binatang agar mendapatkan pemeliharaan yang lebih bagus.

” Saya menolak. Saya tidak mau menyerahkan ke kebun binatang. Kenapa? Sudah banyak binatang yang kurus-kurus dirawat di sana. Namun orang orangnya gemuk gemuk,” jelasnya.

Dikatakan, Edy menemukan bayi buaya di Lunang Silaut, kemudian dirawat hingga berpuluh tahun.

Untuk menjaga kebugaran fisik sang buaya, Edy berusaha mencarikan seekor babi sebagai menu santapan andalan buaya.

Tak jauh jauh Edy berburu babi. Ia tinggal menelusuri kawasan hutan di depan rumahnya dekat kedai nasi batu tembak yang ramai disinggahi pengunjung.

Banyak pengunjung yang ingin melihat buaya edy ini. Ia tidak melarang dan mempersilahkan kepada warga dengan senang hati tanpa pungutan karcis atau segala macamnya.

“Silakan dilihat, tapi jangan dilempar-lempar pakai batu atau benda lainya,” tukas Edy. (niko)