Warga Tebing Tinggi Minta Penyelesaian Sengketa Lahan dengan PT AWB

 MASSA- Ratusan warga saat berorasi di depan gedung DPRD Dharmasraya. (roni aprianto )
 Ratusan warga saat berorasi di depan gedung DPRD Dharmasraya. (roni aprianto )

PULAU PUNJUNG –Ratusan warga Kenagarian Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung berunjuk rasa di depan gedung DPRD Dharmasraya, Senin (11/9). Mereka menuntut Bupati dan DPRD menyesaikan pemasalahan antara warga dan PT Andalas Wahana Plasma (AWB).

Sebelum mendatangi kantor DPRD, ratusan warga berkumpul di lapangan bola kaki Kenagarian Tebing Tinggi, dan kemudian mereka melakukan longmarch kurang lebih satu kilometer.

PT AWB adalah salah satu perusahan yang bergerah di bidang perkebunan kepala sawit di Dharmasraya. Lahan perkebunan sawit yang digarap pihak PT AWB merupakan tanah ulayat warga Kenagarian Tebing Tinggi.

Sebelumnya, tahun 2011 lalu PT AWB telah melakukan MoU dengan warga Kenagarian Tebing tentang pembagian lahan perkebunan inti dan plasma. Kebun inti 60 persen dan plasma 40 persen. Dari Mou tersebut, PT AWB akan memberikan kebun plasma kepada warga seluas 423 hektar. Namun setelah waktu berjalan PT AWB mengingkari perjanjian tersebut sehingga menyulut emosi warga.

“Kami telah melakukan musyawarah dengan pihak perusahaan tersebut, namun pihak PT AWB tidak mengakui MoU itu,” ungkap perwakilan warga Kenagarian Tebing Tinggi, Hanif Fauzi Nur.

Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan DPRD berjanji akan menyelesaikan perseteruan warga dengan PT AWB.

Ketua DPRD Dharmasraya, H. Masrul Maas mengatakan, DPRD dan bupati akan secepatnya menyelesaikan masalah tersebut. (ron/yas)