Weno Aulia Ingatkan Kemacetan di Padang Perlu Segera Diatasi

Weno Aulia Durin (ist)
Weno Aulia Durin (ist)

PADANG – Kota Padang sudah berusia 348 tahun. Usia yang sudah sangat matang. Sejumlah kemajuan diraih, namun di berbagai sektor masih perlu pembenahan.

Salah satunya transportasi publik. Kemacetan masih menjadi Pemandangan sehari-hari. Sesak nafas pengendara itu harus dicarikan solusinya. “Tak hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan,” ujar Weno Aulia Durin di Padang, Senin (14/8).

Ironisnya kata pengusaha ini, persoalan tersebut terus berlangsung tanpa ada solusinya, seperti terlihat di Jalan Prof Hamka kawasan Air Tawar, Simpang Haru, Khatib Sulaiman, Rasuna Said, sepanjang Jalan M Yamin, Jalan Pemuda, Jalan Perintis Kemerdekaan dan lainnya.

Kondisi demikian terutama pada jam-jam sibuk seperti pulang aktivitas kantor pada sore hari dan waktu lainnya. “Pemicunya parkir sembarangan dan rekayasa lalu lintas yang belum tepat,” lanjutnya.

Untuk itu, ujar pria yang digadang-gadangkan sebagai kandidat Walikota Padang ini harus segera dicarikan solusinya. “Sejak lama sudah diwacanakan akan dilakukan jalur satu arah di sejumlah titik macet itu. Ini harus diaplikasikan. Tentu dengan segala risiko untuk tujuan yang lebih besar,” lanjut pimpinan sejumlah perusahaan itu.

Alumni SMA 2 Padang dan Universitas Andalas ini mengingatkan, Pemko tentu harus menggandeng instansi lain secara bersama untuk mewujudkan hal itu, terutama kepolisian, forum-forum masyarakat dan lainnya.

Termasuk dalam pembenahan parkir. “Jangan setengah-setengah, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas dan keselamatan jiwa,” tuturnya.

Soal pembangunan jalan oleh provinsi dan Kementerian, Pemko harus proaktif terus mendorongnya. Tentu dengan serius dalam pembebasan lahan. “Mungkin pola-pola pendekatan ke masyarakat atau pemilik lahan perlu diubah dengan mengutamakan transparansi dan solusi yang lebih cerdas,” ulasnya. (arief)