Wiwi Burdani Ingin Majukan Futsal di Ranah Pasisia

Wakil Ketua AFKAB Pessel, Wiwi Burdani bersama keluarga tercinta. Wiwi siap memajukan futsal di Ranah Pessel. (dok keluarga)
Wakil Ketua AFKAB Pessel, Wiwi Burdani bersama keluarga tercinta. Wiwi siap memajukan futsal di Ranah Pessel. (dok keluarga)
PADANG- Nama Wiwi Burdani dikalangan sepakbola Sumatera Barat boleh dibilang tidak ada yang tak kenal. Kiprahnya di cabang olahraga bal-balan itu telah dimulai semenjak tahun 1980-an. Berbagai jabatan mulai dari pemain, pelatih dan manajer sudah dilakoninya.
Kiprah sebagai pesepakbola diawali di kampung halamannya, Kapalo Koto, Pauh Kamba. Setelah menamatkan bangku SMA di Padang Pariaman, Wiwi -begitu disapa- merantau ke Pesisir Selatan sekitar tahun 1990-an. Sebagai pemain pun terus dilakoninya.
Memasuki tahun 1994 Wiwi pun pensiun sebagai pesepakbola, lalu mendirikan klub bernama Wyduri. Wiwi pun merangkap pemilik sekaligus pelatih di Wyduri FC itu. Ketika helat Porda (kini Porprov–red) 2002 dimana Pesisir Selatan menjadi tuan rumah, Wiwi diberi amanah sebagai manajer tim sepakbola tuan rumah kala itu. Prestasi membanggakan pun direngkuh, medali emas cabor favorit itu menjadi milik Kontingen Pessel.
Prestasi demi prestasi yang diraih tim sepakbola Pessel terus memacu suami dari Rika Nurmalia ini tetap eksis memajukan sepakbola baik level kabupaten, provinsi maupun di kancah sepakbola nasional.