Tak Berkategori  

1.000 Hektar Kebun Jeruk Jesigo Diserang Hama Lalat Buah

Aktivis pertanian Ir. Joni saat meninjau kebun jeruk di Limapuluh Kota. (Ir. Joni)

PADANG – Sekitar 1.000 hektar kebun Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo) diserang hama lalat buah. Akibat serangan ini petani jeruk mengalami kerugian karena gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumbar, Syafrizal membenarkan ada serangan hama tersebut. Pemerintah mendorong petani agar lebih ulet membersihkan hama tersebut.

“Kita sudah mendorong masyarakat dengan gerakan-gerakan untuk mengatasi hama ini. Untuk obatnya belum ada, tapi jika ditangani dengan baik maka dapat membantu,” sebut pria yang biasa disapa Jejeng ini.

Dikatakannya, saat ini sudah memberikan pengarahan pada sebanyak 40 kelompok tani. Mereka diberikan arahan untuk selalu membersihkan buah yang sudah diserang hama.

“Kita lakukan adalah membersihkan buah yang diserang hama. Karena pembiakan hama berada dalam buah. Ketika buah dibersihkan dikubur, maka akan menahan perkembangbiakan hama,” ulasnya.

Untuk itu Dinas Pertanian dan Hortikultura akan tetap mengawasi perkembangan serangan hama tersebut. Akan terus menggerakan petani.

Hal yang sama diungkapkan aktivis pertanian Ir. Joni. Mantan Kepala Dinas dan Pertanian Hortikultura Sumbar tersebut memyebutkam tiga tahun belakangan ini jeruk JESIGO atau Jeruk Siam Gunuang Omeh yang luasnya 1000 Ha yang berada di Kecamatan Gunuang Omeh, Kecamatan Suliki, dan Kecamatan Baruah Gunuang Limapuluh Kota diserang oleh lalat buah. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh petani dan pemerintah, namun belum melihatkan hasil.

“Kita coba membantu melakukan pemetaan serangan dan mendiskusikan langsung dengan petani dan petugas pertanian untuk gerakan pengendalian yang komprehensif,” katanya.

Dikatakannya, lalat buah merupakan hama yang sangat merugikan produksi buah-buahan di Indonesia. Empat tahun terakhir ditemui mulai menyerang jeru Jeruk Gunuang Omeh . Hama itu adalah species bactrocera dorsalis, dengan populasi tinggi.
Serangga dewasa aktif siang hari hingga sore, meletakan telurnya jam 3 sam 5 sore di epidermis buah yg sudah agak menguning atau se bulan sebelum masak.

Menurutnya, hama itu dapat diatasi dengan cara membungkus buah mulai berumur 45 hari. Karena, jumlah telur lalat itu sampai 1.200 butir. Telur menetas setelah 30 – 36 jam menjadi larva atau ulat dan hidup didalam buah selama 6 – 9 hari.

” Oleh karena itu penggunaan pestisida tidak efektif. Karena larva berkepompong di tanah, makanya setelah larva mau berkepompong buah jatuh dengan masa kepompong 1 – 3 minggu. Untuk itu buah yang jatuh harus segera diambil dan masukan dalam plastik dan kubur untuk memustuskan hidupnya,” katanya.

Pengendalian hama ini harus secara komprehensif atau dengan berbagai cara. Selain cara tersebut maka sumber-sumber serangan harus dieradikasi. Seperti kebun jeruk yang sudah ditinggal kan pemiliknya harus ditebang dan di bersihkan. Pengasapan siang hingga sore.

“Penggunaan perangkap serangga jantan, peng gunaan perangkap kuning dan lainnya sesuai dengan konsepsi pengendalian hama terpadu hama terpadu. Sehingga beruntung secara ekonomis dan aman dari sisi lingkungan. (104)