Tak Berkategori  

100 Ton Ikan Mati di Danau Maninjau, Kerugian Rp2 Miliar

Kematian massal ikan Danau Maninjau. (dok.lukman)
Dalam lima hari ini, diperkirakan 100 ton ikan Keramba Jaring Apung (KJA) kawasan Danau Maninjau mati. Kerugian Rp2 miliar.(lukman)

LUBUK BASUNG – Pembudi daya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau, Agam kembali berkabung. Sejak 5 hari belakangan hingga Senin (4/12/2017) ikan di KJA mati. Diperkirakan kerugian sekitar Rp2 miliar.

Kepala Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam Ermanto, kepada Singgalang meperkirakan, kematian ikan massal periode ini mencapai melebihi dari 100 ton.

Ermanto menjelaskan, begitu menerima informasi ia langsung turun ke lapangan bersama Penyuluh Perikanan Asrul. Tapi berapa angka pasti, betikut jumlah KJA dan pembudi daya tengah dilakukan survey.

Kesalahan fatal yang dilakukan pembudi daya, telah melanggar anjuran teknis budi daya. Satu petak KJA berukuran 5 × 5 meter itu hanya 3 sampai 5 ribu ekor. Selama dua kali panen dipatuhi. Namun setelah itu tidak lagi.

Akibatnya ikan kekurangan oksigen, ditambah lagi cuaca hujan dan angin badai kencang juga penyebab kematian menjadi lebih cepat.

Camat Tanjung Raya Andri Asmi yang dihubungi Singgalang mengakui sejak beberapa hari ini ikan di KJA mati massal.

“Data dua hari lalu mencapai 50 ton, tapi angka itu bergerak terus hingga hari ini,” jelas Camat. (lukman)