oleh

2 Tahun Diincar, Buronan Kasus Pembunuhan Ditembak

Jumpa pers penangkapan tersangka pembunuhan (andika)

PASBAR – Setelah buron sekitar 2 tahun lebih, tersangka pembunuhan berencana dengan sadis terhadap korban D pada 23 Desember 2016 lalu berhasil diciduk polisi di Dusun Hajoran, Desa Silatom Jae, Kecamatan Pangaribuan, Sidimpuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu (24/2) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kapolres Pasaman Barat, AKBD Iman Pribadi Santoso didampingi Kasatreskrim AKP Afrides
Roema pada pers relis di Mapolres setempat, Selasa (26/2) mengatakan, tersangka dan
korban merupakan sama-sama pekerja di kebun Agus Susanto. Kemudian MS dipecat karena
korban D menuduh MS mencuri cabai dan recun cabai. “MS dendam kepada korban D,”
katanya.

Sekitar seminggu setelah MS diberhentikan bekerja, terjadi cekcok antara tersangka dan
korban, hingga terjadi perkelahian. Kemudian, perkelahian tersebut diselesaikan secara
kekeluargaan. Akan tetapi MS masih tetap dendam.

Sehari sebelum kejadian pembunuhan pada 22 Desember 2016 pelaku mengambil parang
dan mengasahnya sekitar 1 jam. Kemudian, tersangka membungkus nasi dan minta izin
kepada istri mau ke kebun untuk membersihkan tempat tanam cabai.

“Padahal tersangka niatnya untuk membunuh korban. Dia tidak pergi ke kebun tempat
menanam cabai, tapi mencari korban ke kebun milik Agus Susanto dan menunggu D di
pinggir jalan,” terang Kapolres.

Sekira pukul 10.00 WIB D melewati jalan tersebut, lalu tersangka meberhentikan korban,
sambil berkata “Apa kau bilang” tersangka langsung melayangkan parang yang sudah
disiapkan. Parang tersebut dibacokkan berkali-kali ke tubuh korban. Korban sempat
memegang tubuh tersesangka dan terjatuh berguling-guling.

Setelah beberapa lama tubuh korban lemas dan tersangka langsung meninggalkan korban.
Baru sekitar 10 meter berjalan, tersangka ragu korban masih hidup, dia berbalik dan
memeriksa korban. Melihat urat nadi dileher masih bergerak, tersangka kemudian
mengayunkan parang ke leher korban.

Setelah dianggap meninggal, MS memikul korban untuk disembunyikan di semak-semak
rawa yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian
tersangka mengambil uang dari kantong celana korban Rp4 juta dan satu unit handphone.
Kemudian tersangka juga menyembunyikan sepeda motor korban di semak-semak. MS
membersihkan badan dan pakaian. Di perjalanan pulang MS menemukan baju
tergantung di batang pohon dan baju tersebut dipakai hingga ke rumahnya di Air Runding.

Setelah kejadian itu, tersangka melarikan diri ke rumah orangtuanya selama 2 hari di
Sidimpuan, kemudian pergi ke Jambi sekitar 1 bulan ke rumah saudaranya. Balik lagi ke
Sidimpuan dan menetap di sana. Tersangka sudah berkebun pula di sana.

Berkat kesigapan dan terus mencari oleh tim Polres akhirnya Minggu (24/2) tersangka
ditangkap di Sidimpuan. Tim terdiri dari enam anggota yang dimpin Kanit Tipidter, Ipda
Randhya. Pada saat penangkapan, tersangka sempat melawan sehingga terpaksa
dilumpuhkan dengan timah panas polisi di kakinya.

“Motif pembunuhan ini dikarenakan sakit hati dituduh mencuri cabai dan dengan kata-kata dari korban ‘panggil bapakmu biar main kita’,” ujar Kapolres. (dika)

Loading...

Berita Terkait