Tak Berkategori  

26 Mei, Museum Inyiak Canduang Diresmikan Gubernur

BUKITTINGGI – Museum Inyiak Canduang berdiri pada 20 Desember 2021. Menurut rencana akan diresmikan pada26 Mei 2022 Gubernur Mahyeldi.

Peresmian museum yang berlokasi di Simpang Gadung Buya, Jl. Syekh Sulaiman Arrasuli Jorong Lubuak Aua Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang Kabupaten Agam  itu juga bakal dihadiri sejumlah pejabat seperti Pangdam Aceh, Danrem dan Polda Sumbar, Pemerintah daerah serta seju tokoh nasional dan daerah..

Rita Noor Arrasuli selaku perwakilan keluarga mengatakan bahwa peresmian museum selain untuk literasi bagi generasi muda untuk mengenal dan  menggali nilai nilai sejarah terutama yang berkaitan dengan perjuangan Syekh Sulaiman Arrasuli juga sebagai pelengkap untuk pengusulan nyiak canduang sebagai pahlawan nasional.

“Dengan berdirinya Museum Inyiak Canduang Syekh Sulaiman Arrasuli, maka lengkap sudah semua persyaratan pengusulan  beliau untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia”,kata Rita Noor kepada  Singgalang, Senin (16/5).

Dikatakannya, sebagaimana yang kita  ketahui bersama Inyiak Canduang Syekh Sulaiman Arrasuli (1871-1970) merupakan  pejuang dan pemersatu bangsa. Dia adalah seorang tokoh pendidik dan ulama besar Sumatera Barat yang layak menerima penghargaan sebagai pahlawan nasional.

Menurut Rita, selain syarat fisik berupa bangunan museum beserta isinya yang meninggalkan banyak sejarah perjuangan beliau. Syarat lain pun sudah terpenuhi dengan lengkap, baik dokumen-dokumen  penghargaan, SK2. maupun foto-foto  di masa penjajahan dan pemerintahan Presiden Soekarno. 

 Setidaknya nama besar beliau sudah  diabadikan menjadi nama jalan di 4 kabupaten kota di Sumatera Barat, yaitu di Bukittinggi, Canduang, Padang Panjang dan Lubuak Basuang. Juga nama beliau telah lekat menjadi nama sebuah Balai Budaya di Lasi Balai Gurah.

Keberadaan Museum Syekh Sulaiman Arrasuli ini, akan menjadi sebuah ikon di Canduang, gaungnya akan terdengar tidak hanya di Indonesia, namun akan dibawa ke mancanegara, menyusul  museum para tokoh Indonesia lain nya.

 Melalui Museum Inyiak Canduang Syekh Sulaiman Arrasuli ini, akan terpatri di dalam benak siapa saja yang pernah mendengar dan berkunjung ke museum, di negeri ini pernah lahir seorang pejuang dan ulama besar yang dengan total mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat. 

Sebagaimana yang selalu beliau tekankan baik kepada para santrinya maupun kepada semua anak dan keturunanya, bahwa sebagai orang Minangkabau yang sarat akan adat dan budaya hendaklah sejalan dengan  Agama Islam. “Adat Basandi Sara’. Sara’ Basandi Kitabullah”, artinya Adat dan Budaya Minang haruslah berkesesuaian dengan Syariat Islam yang telah diajarkan oleh Nabi.  Pengajaran lain yang tak pernah lepas dari petuah beliau adalah : Hormati yang Tua, sayangi yang muda. Teman seribu masih kurang namun musuh satu terlalu banyak. Dari semua petuah itu dapat dirasakan bahwa prioritas hidup yang beliau kehendaki adalah terus menjaga hablum minannas, hablum minallah.

Seiring berjalanya waktu, kedepan Museum Inyiak Canduang Syekh Sulaiman Arrasuli ini akan terus dibenahi. Diharapkan museum ini akan masuk dalam materi pembelajaran sejarah bagi para pelajar di Indonesia, dan akan menjadi sebuah destinasi wisata edukasi religi dan sejarah, dimana setiap orang akan merasa sangat ingin mengunjungi museum Inyiak Canduang Syekh Sulaiman Arrasuli, dan memetik banyak pelajaran dari kunjungan mereka. (gindo)