Tak Berkategori  

3 Guru Solsel Positif Covid-19, Lima Sekolah Diliburkan

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Solsel. H. Novirman saat konpres terkait Pejabat Solsel Positif Covid-19, Kamis (4/6). (Afrizal Amir)

Solsel, Singgalang –¬†Lima sekolah di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, diliburkan selama satu pekan karena ada 13 orang guru dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab massal yang dilaksanakan untuk mendukung pemutus mata rantai covid-19 dari klaster sekolah. Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka di daerah itu sudah dimulai semenjak 4 Januari 2021.

“Tercatat dari 984 guru yang sudah melaksanakan tes swab, terkonfirmasi 13 orang positif Covid-19 atau 1,34 persen. Mereka saat ini melaksanakan isolasi mandiri dirumah, karena tidak ada gejala,” kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, di Padang Aro, Senin (18/1/2021)

Sampai saat ini, katanya, tes swab bagi guru masih berlangsung di Puskesmas terdekat dari domisili para guru di daerah itu.

“Bagi pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala, maka isolasinya di rumah sakit, tetapi bagi yang tanpa gejala cukup di rumah saja,” ujarnya.

Meski demikian, bagi pasien positif covid-19 yang bergejala, pihak Pemerintahan sudah menyediakan tempat isolasi di Rumah Sakit Daerah, tambah Novirman.

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Solok Selatan sebanyak 322 orang dengan sembuh konversi dua kali 263 Orang dalam perawatan atau isolasi 55 orang dan meninggal empat orang. Pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 saat ini melaksanakan isolasi mandiri 51 orang di RSUD setempat tiga orang.

“Total spesimen yang telah diperiksa di Solok Selatan sebanyak 16.878 orang dengan positivity rate 1,90% persen,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Plt. Kadisdikpora Solsel, Novrizon mengatakan, saat ini ada lima sekolah dari empat Kecamatan pasca adanya guru dan siswa yang terkonfirmasi positif covid-19 yang diliburkan.

“Awalnya libur bagi sekolah yang ada gurunya positif Covid-19 hanya tiga hari. Namun, kami mengusulkan satu minggu dan disetujui oleh pimpinan,” ujarnya.

Lima sekolah yang diliburkan tersebut berada di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Pauah Duo, Sangir Jujuan dan Sangir Batang Hari.

Tujuan meliburkan satu minggu katanya, supaya anak didik maupun guru dan tenaga kependidikan lainnya tidak menjadi korban tertular positif COVID-19. (534)