Tak Berkategori  

300 Ternak di Padang Pariaman Sembuh dari PMK

Ilustrasi

PARIK MALINTANG – Sebanyak 300 hewan ternak dari 1.022 ekor yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat telah dinyatakan sembuh.

“Masyarakat jangan panik karena PMK bisa disembuhkan, daging ternak juga bisa dikonsumsi, karena PMK pada ternak tidak menular kepada manusia,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman Devi Yanti di Parik Malintang, Kamis.

Ia mengatakan PMK mudah menyebar antar hewan ternak, namun penyakit yang menjangkiti hewan berkuku belah atau genap itu juga mudah disembuhkan asal mendapatkan penanganan yang tepat.

Namun, lanjutnya saat ini banyak peternak yang panik dengan penyebaran PMK sehingga menjual terrnaknya dengan harga murah karena takut mengalami kerugian lebih besar jika ternaknya mati.

“Jangan panik, karena PMK bukan penyakit yang menular dari hewan ke manusia, dan tingkat kesembuhannya juga tinggi,” katanya.

Ia menyebutkan dari ribuan ternak yang telah terjangkit PMK di seluruh kecamatan di Padang Pariaman, enam ekor di antaranya mati dan dua ekor dipotong paksa.

Saat ini stok obat di dinas telah habis sehingga pihaknya hanya bisa meminta peternak untuk mengobati ternak dengan memberikan obat tradisional.

“Pembelian obat) sudah diusulkan, mungkin Juli obat sudah tersedia,” tambahnya.

Sebelumnya, hingga 30 Mei 2022 sebanyak 297 ekor ternak yang tersebar di 13 dari 17 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman dinyatakan PMK yang tiga di antaranya telah dinyatakan sembuh.

“Tiga ekor yang sembuh itu adalah kasus pertama yang ditemukan, yaitu di Kecamatan Ulakan Tapakih,” kata Kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman Bustanil Arifin melalui Dokter Hewan Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman, drh. Devi Yanti di Parik Malintang.

Ia mengatakan penyebaran PMK yang cepat membuat banyak ternak di Padang Pariaman terjangkit penyakit itu sedangkan penyembuhannya relatif lama.

Padahal untuk mengantisipasi penyebaran PMK tersebut pihaknya telah menutup sejumlah pasar ternak serta memberikan obat-obatan terhadap ternak sesuai gejala, vitamin, dan penyemprotan disinfektan. (*/ant)