Tak Berkategori  

41,1 Persen Warga Jabodetabek Mudik Lebaran

Kepala Badan Litbang Perhubungan, Sugihardjo (ketiga dari kiri) bersama Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mrmberikan keterangan survey pemudik angkutan lebaran, Selasa (9/4) di Jakarta. (Yusman)

JAKARTA – Berdasarkan survei yang telah dilakukan terhadap 7.762 responden rumah tangga, diprediksi populasi yang akan melakukan mudik pada 2019 di wilayah Jabodetabek sebanyak 3.465.458 rumah tangga, dengan total populasi pemudik sebanyak 14.901.468 orang atau 41,1 persen dari total penduduk Jabodetabek 2018 sebanyak 33.759.549 orang.

Berdasarkan hasil survey tersebut, daerah tujuan terbanyak pemudik dari Jabodetabek adalah ke wilayah Jawa Tengah sebanyak 5.615.408 orang (37,68%), kemudian ke Jawa Barat sebanyak 3.709.049 orang (24,8%) dan ke Jawa Timur sebanyak 1.660.625 orang (11,14%). Jawa Tengah terbanyak adalah ke Kota Surakarta sebanyak 642.789 orang (4,31%), Semarang 563.881 orang (3,78%), dan Tegal sebanyak 354.110 orang (2,38%).

Sedangkan karakteristik pengguna moda oleh para pemudik Jabodetabek yang terbanyak adalah menggunakan bus sebanyak 4.459.690 orang (30%), mobil pribadi sebanyak 4.300.346 orang (28,9%)), kereta api sebanyak 2.488.058 orang (16,7%), pesawat sebanyak 1.411.051 orang (9,5%) dan menggunakan sepeda motor sebanyak 942.621 orang (6,3%) dan sisanya menggunakan moda lain.

“Terdapat beberapa pengguna moda yang berpotensi menurun jika dibandingkan moda yang dipilih pemudik para tahun 2018, seperti pesawat turun 0,2%, sepeda motor turun 0,3% dan mobil pribadi turun 0,9%. Sementara yang mengalami kenaikan antara lain adalah kereta api kelas bisnis naik 0,2% dan kereta api kelas ekonomi naik 0,4%,” ungkap Kepala Badan Litbang Perhubungan, Sugihardjo, Selasa (9/4) di Jakarta.

Sugihardjo mengatakan, survei ini dilakukan untuk mengetahui potensi jumlah pemudik, pengguna moda, pola perjalanan, biaya yang dihabiskan, preferensi tentang mudik gratis, serta persepsi tentang pelayanan angkutan lebaran tahun sebelumnya. Metode yang digunakan adalah waeancara langsung dari rumah ke rumah kepada masyarakat, dan sebagai pelengkap juga dilakukan online survey.

Menurutnya, angkutan online akan menjadi pilihan utama pemudik yang menghunakan moda utama kereta api dan pesawat untuk menuju simpul transportasi, dimana 34% responden akan menggunakan Taxi/mobil online menuju bandara.

Pada mudik tahun 2019 ini, jelas Sugihardjo, diperkirakan sekitar 20% pemudik akan menghabiskan dana di lokasi mudik sebanyak Rp500.000 sampai Rp1.500.000 dan 20,1% menghabiskan dana sekitar Rp1.500.000 sampai Rp2.500.000. Total dana pemudik Jabodetabek yang dihabiskan di lokasi mudik Rp10,3 triliun, dimana dana terbanyak mengalir di wilayah Jawa Tengah sebedar Rp3,8 triliun, Jawa Barat Rp2,05 triliun, dan Jawa Timur debesar Rp1,3 triliun, serta disanya mengalir ke wilayah lain di Indonesia. Sedangkan total biaya transportasi yang dibutuhkan pemudik da4i Jabodetabek ke tujuan mudik sebesar Rp6 triliun, fan terbanyak adalah ke Jawa Barat sebanyak Rp845 miliar dan ke Jawa Timur Rp791 miliar.

Untuk program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan, tambah Sugihardjo, 61% responden pengguna angkutan mudik gratis berminat mengikuti program tersebut.

Pada arus mudik Lebaran tahun 2019 ini, imbuh Sugihardjo, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 31 Mei 2019 (H-5) dengan perkiraan waktu keberangkatan terjadi pada pukul 06.00 WIB sampai 08.00 WIB. “Namun, perlu diperhatikan bahwa pada 30 Mei 2019 merupakan hari libur (Kenaikan Isa Almasih). Apabila tanggal 31 Mei ditetapkan sebagai cuti bersama, maka ada kemungkinan pergeseran puncak arus mudik yang skan jatuh pada 29 atau 30 Mei 3019,” pungkasnya. (yusman)