Tak Berkategori  

65 Persen Warga Siguntur Sudah Divaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin covid19. (dok.singgalang)

Dharmasraya, Singgalang – Jumlah warga Kenagarian Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya yang telah divaksinasi Covid-19 mencapai lebih kurang 65 persen dari jumlah sasaran 4000 orang. Jumlah 65 persen sasaran yang telah divaksin ini adalah vaksinasi tahap 2 dan tahap pertama.

Walinagari Siguntur, Hamdan didampingi Babinsa, Sertu Samsir dan Babhinkamtibmas Aiptu Dafriwarman menyebutkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat atas pentingnya vaksinasi Covid-19 dalam rangka menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok di tengah- tengah masyarakat.

“Herd immunity merupakan salah satu pencegahan terhadap penyebaran virus corona,” terang Hamdan, Rabu (25/8).

Lanjut Hamdan, jumlah KK di Nagari Siguntur 1.600, atau lebih kurang 6.125 jiwa. Sementara, yang menjadi sasaran vaksin lebih kurang 4.000 jiwa, dan sasaran vaksin yang sudah menerima vaksin pertama dan kedua lebih kurang 65 persen, katanya.

Menurutnya, vaksinasi akan terus dilakukan sampai target herd immunity tercapai. Masyarakat cukup antusias mengikuti program vaksinasi massal ini, karena gratis.

“Insya Allah 28 Agustus ini kembali dilaksanakan vaksinasi kedua dan pertama bagi warga Nagari Siguntur,” pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya mencatat jumlah warga kabupaten setempat yang telah menerima vaksin pertama sebanyak 53.722 orang atau 30 persen dari target 179.257 sasaran.

“Program vaksinasi ini akan terus berjalan sampai target tercapai serta persediaan vaksin mencukupi. Pemerintah mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin akan segera mendaftarkan diri ditempat- tempat yang telah disediakan seperti kantor walinagari dan puskesmas terdekat. Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan virus corona,” terang Plt Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Defina.

Lanjut Yosta Defina, masyarakat harus tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar penyebaran virus corona dapat ditekan.

“Kita tidak boleh menganggap remeh virus ini. Cukup banyak contoh atau pasien yang meninggal lantaran terpapar Covid-19 untuk kita dijadikan pelajaran bahwa virus ini memang ada. Jaga diri, keluarga, tetangga dan lingkungan dengan patuh terhadap protokol kesehatan,” pungkasnya. (527)