Tak Berkategori  

805 Koperasi di Sumbar Tak Aktif, 600 Akan Dibubarkan

Nasrul Abit (ist)
Nasrul Abit (ist)

PADANG – Sebanyak 600 lebih koperasi di Sumbar menunggu nasib untuk dibubarkan. Jumlah itu merupakan 805 koperasi tidak aktif dari 3.549 koperasi yang ada di Sumbar.

Angka tersebut terungkap pada rapat Koordinasi Pemberdayaan Koperasi dan UKM se Sumbar, Padang senin (7/5). Dengan kondisi itu kedepan gairah koperasi harus dibangkitkan.

“Gairah koperasi mesti kita bangkitkan kembali sebagai soko guru ekonomi kerakyatan seperti yang digagasan oleh Bung Hatta Bapak Koperasi Indonesia,” sebut sebut Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit.

Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Deputi Pembiayaan Kementrian Koperasi RI, Kadis Koperasi dan UKM prov. Sumbar, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten/kota se Sumbar, Kepala Bappeda kab/ko se Sumbar.

Nasrul heran kenapa koperasi hanya tumbuh di Kota Padang, sementara koperasi di daerah tidak dapat bergerak lebih luas dalam mengelola ekonomi kerakyatan. Padahal ada perkebunan, perikanan, pertanian, peternakan dan industri UKM di daerah.

Disebutkannya, saat ini dolar sudah senilai Rp13 ribu, cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2018 tercatat USD126,00 miliar, masih cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2018 sebesar USD12no8,06 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,9 bulan impor atau 7,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. (yose)