Tak Berkategori  

98 Warga Tanah Datar Sembuh dari Covid

Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar, Muharwan. (mus)

BATUSANGKAR – Pasien konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal di Kabupaten Tanah Datar, semakin banyak saja. Bila sehari sebelumnya hanya satu, maka Selasa (13/7), tiga warga meninggal.

‘’Ada tiga warga yang meninggal, ketiga-tiganya adalah ibu rumah tangga; warga Nagari Batipuah Ateh, Sumaniak, dan Bungo Tanjuang,’’ sebut Kasubag Humas dan Protokol Setdakab Tanah Datar Muharwan.

Sedangkan yang meninggal berdasarkan laporan Senin (12/7), juga ibu rumah tangga berusia 66 tahun dan merupakan warga Nagari Batu Basa. Dengan demikian, di daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu total pasien meninggal saat berstatus konfirmasi Covid-19 mencapai 92 orang.

Untuk update kasus, imbuhnya, Senin konfirmasi sepuluh orang, sembuh 98 orang dan meninggal dunia satu orang, sementara Selasa konfirmasi 13 orang, sembuh 14 orang, dan meninggal tiga orang.

Muharwan menjelaskan, total kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 2.855 orang; sebanyak 2.360 orang di antaranya sembuh, 419 orang menjalani isolasi mandiri, 92 orang meninggal dunia, dan menjalani perawatan di berbagai rumah sakit sebanyak 74 orang.

Sementara itu, sebaran pasien tambahan kasus konfirmasi positif terdiri dari Kecamatan Lima Kaum empat orang, Sungayang satu orang, X Koto lima orang, Rambatan satu orang, dan Batipuah dua orang.

‘’Berbagai upaya dilakukan Pemkab Tanah Datar untuk memutus rantai penularan Covid-19, selain terus mengedukasi masyarakat dan melakukan sosialisasi penegakan protokol kesehatan, kini vaksinasi juga terus digencarkan, sesuai arahan dari Bupati Eka Putra dan Wakil Bupati Richi Aprian,’’ jelasnya.

Terkait upaya meminimalisir penularan, beberapa waktu lalu Bupati Eka meminta setiap nagari agar memiliki rumah isolasi. Hal itu dipandang penting, katanya, karena bisa membantu warga dalam pelaksanaan isolasi mandiri, agar memenuhi syarat dan ketentuan isolasi yang benar.

Selain menyiapkan rumah isolasi nagari, bupati juga meminta masyarakat bersama pemerintahan nagari saling membantu, bila ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi, di antaranya dengan menyediakan bantuan makanan, minuman, obat-obatan dan kebutuhan lainnya.

Ihwal mendesaknya pembentukan rumah isolasi nagari, diakui pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Yesrita Zedianis dan Kepala Dinas PMDPPKB Nofenril.  Bahkan Nofenril menegaskan, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah nagari untuk tidak membuat rumah isolasi nagari, karena biayanya bisa memanfaatkan dana desa, sesuai Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor 2 Tahun 2021 dan Instruksi Menteri Desa Nomor 1 Tahun 2021.

‘’Minimal delapan persen dari dana desa harus diperuntukkan penanganan Covid-19, termasuk rumah isolasi nagari itu,’’ katanya.(mus)