Tak Berkategori  

Ada Ka’bah di Alam Bawah Sadar Tiap Jemaah

Kakbah di Masjidil Haram. (kj)
Ka’bah dipotret dari lingkaran terluar Maqom Ibarahim (kj)

LAPORAN KHAIRUL JASMI DARI TANAH SUCI

“Jangan bercerita soal Mekkah, jika belum pernah ke sana.” ( Buya Hamka)

***

Sebuah buku yang ditulis Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, bercerita antara lain bagaimana ia mengaji di Mekkah. Syekh urang Agam itu, merupakan satu-satunya warga Indonesia yang pernah jadi imam besar di Masjidil Haram, Mekkah. Ia lahir 26 Juni 1860 di Koto Tuo Ampek Angkek dan meninggal di Mekkah pada 13 Maret 1916.

Saya orang Minangkabau tak hendak diteriakkan pada siapa di masjid paling tua di dunia itu. Meski mantun saya bangga urang awak pernah jadi imam besar di sini. Rasa itu muncul setelah semua prosesi tawaf, sai dan tahalul selesai.

Selesai, telapak kaki saya sudah tak berasa lagi, dinginnya marmar masuk ke dalam kulit dan benar-benar tak kuat lagi melangkah. Berjalan lambat dan agak pincang karena sakit.  Saya luruhkan rasa sakit itu dalam doa yang jujur pada Tuhan. Besoknya telapak kaki, tulang yang berasa mau remuk itu, pulih. Cuma batuk dan flu belum pergi. Debu tanah Arab, gurun paling ganas di dunia itu, tak bisa dicegah, meski sudah pakai masker, batuk tetap menyerang. Tatkala shalat jemaah sedang hening jadi hiruk oleh batuk bertalu-talu.

Shalat jenazah gaib jemaah Nur Zikrillah untuk Prof Marlis Rahman di Masjidil Haram, Mekkah dengan imam Prof Masnal, Sabtu (28/7) subuh. (Ist)

Ka’bah dan masjid

Saya bertanya kepada beberapa jemaah  jawabannya: Sudah sering sekali melihat Ka’bah. Di gambar, lukisan juga di televisi. Mereka datang membawa gambar itu dalam kepalanya dan alam bawah sadarnya. Tatkala melihat secara langsung,  terpesona dan terpana. Saya juga. Kita disuguhkan sesuatu yang sudah lama dikenal. Ada di hadapan. Amat dekat. Bisa dijangkau saja. Amiin.

Kubus berbalut kain kiswah warna hitam itu, merupakan titik fokus seluruh dunia. Kiswah adalah selubung.
Biaya pembuatannya saat ini mencapai SR 17.000.000. Kain ini luasnya 658 m2 dan terbuat dari sutera seberat 670 kg. Jahitannya terdiri dari benang emas seberat 15 kg. Kain ini terdiri dari 47 bagian, masing-masing memiliki panjang 14 meter dan lebar 101 meter. Kiswah dipasang mengitari Ka’bah dan direkatkan ke tanah menggunakan cincin tembaga. Selain itu juga jahitan ayat-ayat Quran yang biasanya dirancang secara manual tapi sekarang dibantu komputer. Lalu kiblat itu sekujurnya menjadi hitam legam, sehitam malam kelam namun menjadi kontras di tengah sekeliling yang terang-benderang.

Umat Islam di bumi, pada titik manapun, jika shalat menghadap ke Ka’bah. Inilah bangunan  pertama yang digunakan untuk beribadah di muka bumi. Ini pula satu-satunya masjid yang diberi jaminan keamanan oleh Allah. Siapa saja orang Islam yang memasukinya akan merasa selamat dan aman.

Ka’bah berdiri diam di tengah-tengah Masjidil Haram. Tingginya 11 meter. Jauh lebih rendah dari menara masjid setinggi 89 meter. Dari jauh menara sudah terlihat dan rombongan kami langsung membaca doa. Setidaknya ada 9 menara di masjid ini.

Dulu sekali masjid ini seperti juga sekarang tak ada atap persis di seputaran Ka’bah, batasnya rumah-rumah penduduk Mekkah. Sekarang hotel berbintang. Pada masa Nabi luas masjid ini kira-kira 2.000 meter. Pada tahun 638 Masehi masjid diperluas oleh Ummar bin Khatab. Beliau membangun tembok sekitar masjid dan pada banyak titik menempatkan lampu minyak. Masjid bertambah luas 840 M2 lagi.

Berkali-kali kemudian masjid diperluas dan direnovasi. Terakhir 2015 dan saat tulisan ini dibuat, Jumat (27/7) proyek itu belum selesai. Pekerjaan raksasa ini digarap oleh Bin Ladin Grup, konglomerat konstruksi multinasional yang berkantor pusat di Jeddah. Perluasan masjid mendesak karena jumlah jemaah haji dunia terus bertambah.

Masjid yang spritualitasnya amat tinggi ini, memiliki 129 pintu. Ada 4 pintu utama dan 45 pintu biasa. Sebentar lagi 78 gerbang baru akan siap. Akan ada 6 lantai untuk shalat, 680 eskalator, 24 elevator, 21 ribu toilet dan tempat wuduk. Proyek ini nilainya 26,6 miliar dolar AS.
Berkapasitas 900 ribu dan 4 juta jemaah saat musim haji, Masjidil Haram paling suci di dunia, disusul Medinah dan Aqsa di Palestina nan berkecamuk itu. Dua masjid dikunjungi jutaan orang pada musim haji sedang Aqsa kesepian sendiri di tanah paling bersejarah di dunia: Palestina.

Mekkah
Mekkah adalah ibukota provinsi dengan nama yang sama. Jumlah penduduk kota ini 1,6 juta jiwa. Sejak zaman Nabi, Mekkah adalah kota dagang. Di zaman lampau terkenal jalur Yaman-Mekkah dan Medinah –  Damsyiq atau Damaskus. Nabi sering  berdagang Damsyiq dengan kafilah untanya. Tentu saja kota ini punya bisnis jasa yang banyak untuk melayani jemaah haji.

Kota di lembah sempit ini, kini padat luar biasa. Orang banyak, kota panas, maka penyakit mudah berkembang sebab semua orang pendatang. Datang dari negara berbeda dan masalah kesehatan yang beragam.

Mekkah seperti kota lain lalulintasnya padat. Jemaah Sumbar menginap terpaut sekitar 2 Km dari Masjidil Haram. Bisa jalan kaki atau naik taksi. Tak jauh dari hotel berderet toko Indonesia. (bersambung)