Tak Berkategori  

Ada Kasus Positif Covid-19, Guru dan Siswa SMP 10 Padang Swab Massal

PADANG – Pasca ditemukan adanya dua guru positif Covid-19 di SMPN 10 Padang, seluruh peserta didik dan para guru melakukan tes PCR swab massal. Tes ini dilakukan di empat puskesmas yang ada di Padang.

“Kami mengarahkan guru dan siswa melakukan tes PCR swab di empat puskesmas yakni, di Pasar Ambacang, Kuranji, Pauh dan Lubuk Kilangan,” kata Kepala SMPN 10 Padang, Dewi Anggraini, kepada wartawan, Selasa (16/2).

Dewi mengatakan, setelah ditutupnya empat hari sekolah, sebanyak 62 orang guru dan pegawai telah melakukan tes PCR swab, namun hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil.

“Kalau untuk pegawai dan guru sudah melakukan swab sebanyak 62 orang, untuk siswa masih banyak yang belum, sekitar 40 persen,” ujar Dewi.

Dikatakan, untuk jumlah murid di SMPN 10 ada 814 orang yang belum melakukan tes PCR swab sebanyak 339 orang. “Dari jumlah y‎ang belum melakukan tes PCR swab ini, ada beberapa orangtua yang tidak memperbolehkan anaknya melakukan tes swab,” katanya.

Dikatakannya, bagi siswa yang tidak mau melakukan tes PCR swab, pihaknya menganjurkan kepada orangtua dan siswa untuk melakukan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan, apabila sekolah tatap muka digelar.

“Untuk siswa yang tidak melakukan tes swab mereka harus melakukan isolasi mandiri dulu di rumah paling sebentar 15 hari. Setelah itu, baru diperbolehkan masuk sekolah,” ujarnya.

Semprot Disenfektan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang telah melakukan penyemprotan disenfektan di SMPN 10 Padang, setelah ditemukan adanya dua guru terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kami kemarin mendapat informasi adanya dua orang guru positif Covid-19 di sana, kami diminta untuk melakukan penyemprotan disenfektan,” kata Kabid Kedaruratan Bencana BPBD Padang, Sutan Hendra, kepada wartawan, Selasa (16/2).

Sutan Hendra mengatakan, pihaknya sudah menurunkan sebanyak tujuh personel untuk melakukan penyemprotan disenfektan di sekolah tersebut.

“Kami melakukan penyemprotan dengan menggunakan dua alat semprot,” kata Sutan Hendra. Dikatakan, semenjak sekolah tatap muka dimulai, SMPN 10 Padang merupakan sekolah pertama yang ditemukan kasus terkonfirmasi Covid-19.

“Ini sekolah pertama, kamu harap tidak ada sekolah lainnya lagi yang terjadi,” tutupnya. (deri)