Air Mata Nasrul Abit untuk Warga Minang di Bumi Cendrawasih

×

Air Mata Nasrul Abit untuk Warga Minang di Bumi Cendrawasih

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumbar Nasrul Abit tak tahan menahan haru saat bersama perantau Minang di Wamena. (ist)

Tangis Nasrul Abit kian pecah, air mata mengalir tatkala ia mendatangi rumah sakit umum daerah Jayapura, tempat dimana seorang perempuan berdarah Koto Lamo, Kambang, Pesisir Selatan di rawat inap lantaran mengalami luka bakar, luka bacok dan panah yang cukup parah. Perempuan itu bernama Putri. Putri selamat dari amukan massa dengan cara berpura-pura meninggal dunia.

“Pada saat saya mengunjungi saudari Putri di RSUD Jayapura tanggal 29 september 2019, ibu Putri langsung menangis. Pak Wagub, pak Wagub, tolong saya pak, anak saya sudah meninggal pak, suami saya sudah meninggal pak, dibunuh di depan saya pak,” kata Nasrul Abit.

Pada saat itu, kata Nasrul Abit, Putri juga menyebutkan kalau dirinya mengalami luka bakar, bacok dan luka akibat terkena anak panah. Luka itu cukup serius. Meski menahan rasa sakit yang amat, namun daya juang putri untuk bertahan hidup sangat luar biasa. Ia kemudian berhasil selamat dan lepas dari kematian setelah berpura-pura mati di hadapan massa aksi.

“Saya juga di panah, dibacok dan dibakar. Kemudian saya mendengar di antara mereka (massa) itu berbicara, apabila ada nyawanya potong lehernya. Putri adalah nyawa yang berlebih,” ujar Nasul Abit meniru apa yang disampaikan Putri.

Nasrul Abit mengaku, setelah melihat kondisi, mendengar kisah yang dialami dan melihat perjuangan Putri yang luar biasa untuk tetap hidup itu lah kemudian yang menjadi alasan kenapa dirinya tak mampu menahan air mata.

Nasrul berharap, Putri yang saat ini sudah berada di Kota Padang dan dirawat di RSUP M Djamil Padang, dapat sesegera mungkin sembuh dan berkumpul kembali dengan keluarga besar. Meski menyisakan trauma yang cukup berat, Nasrul Abit juga berharap Putri dapat segera bangkit da menatap masa depan.

“Makanya saya meneteskan air mata, saya ambil kesimpulan, ambil tindakan. Saya minta dia pulang segera, kita bawa ke Padang. Semoga dia bisa sembuh cepat. Sekarang sudah di M Djamil. Mudah-mudahan dia sembuh, bisa berkumpul dengan keluarga di Koto lamo, Kambang, Pessel,” kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit menegaskan, terlepas dari cerita duka warganya yang menjadi korban tragedi kemanusiaan di Wamena, dirinya dan Gubernur Sumatera Barat mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Minang yang begitu besar perhatiannya terhadap tragedi ini.

“Melalui kesempatan ini, saya dan pak Gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Minang yang begitu besar perhatiannya, baik di kampung halaman maupun yang di perantauan, yang sudah memberikan sumbangan, begitu banyak. Sampai sekarang, sudah 819 orang orang Minang yang pulang ke Padang. Untuk itu, kepada seluruh pihak, saya juga mohon pengertian bahwa untuk sementara, biarlah orang Minang pulang dulu ke Sumbar agar mereka bisa menenangkan pikiran dari trauma yang mereka alami beberapa hari lalu,” kata Nasrul Abit.

Selain itu, menurut Nasrul Abit, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyarankan kepada seluruh perantau yang saat ini sudah berada di kampung halaman agar sesegera mungkin menyekolahkan anak-anaknya. Apabila ingin kembali ke Wamena, maka dipersilahkan. Karena, mereka juga harus menentukan masa depan mereka untuk keluarga mereka agar kesejahteraan mereka terjamin ke depannya.

“Kepada semua masyarakat Minangkabau, saya ucapkan terima kasih. Semoga amal ibadah ini diterima Allah. Semoga warga kita yang di Wamena yang saat ini masih ada sekitar 300 orang, selalu dilindungi Allah dalam setiap upaya mencari rezeki,” tutup Nasrul Abit. (*)