Tak Berkategori  

AirNav Indonesia Miliki Peran Sentral Lalulintas Pesawat

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Rianto Rahardho bersama kepala Otoritas Bandara Wilayah VI Padang, Agoes Soebagio menjadi narasumber saat gelaran media gathering di Padang, Rabu (20/2). (Deri oktazulmi)
Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Rianto Rahardho bersama kepala Otoritas Bandara Wilayah VI Padang, Agoes Soebagio menjadi narasumber saat gelaran media gathering di Padang, Rabu (20/2). (Deri oktazulmi)

PADANG – Beroperasi enam tahun, keberadaan AirNav Indonesia nyaris tidak dikenal masyarakat. Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPP‎NPI) memiliki peran sentral dalam lalulintas pesawat udara.

Melalui gelaran media gathering se Indonesia, AirNav Indonesia memaparkan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) AirNav, Rabu (20/2).

“Dulu, AirNav sama sekali tidak diketahui masyarakat, karena semua dihandle bandara. Tupoksi AirNav ini melayani lalulintas pesawat udara dan melayani keselamaten penerbangan,” kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Rianto Rahardjo, saat gelaran media gathering di Padang dengan tema “meningkatkan layanan, merangkai konektivitas.

Novie Rianto mengatakan, ‎Perum LPPNPI ini satu-satunya di Indonesia dan tidak boleh disaingi. Dengan begitu, AirNav hanya berinvestasi dan tidak punya target mencari keuntungan. Dengan begitu, kualitas layanan navigasi penerbangan di Indonesia harus ditingkatkan.

Tahun ini, investasi AirNav Indonesia mencapai Rp2,6 triliun‎. Anggaran tersebut akan digelontorkan untuk 290 program peningkatan layanan navigasi penerbangan seluruh cabang AirNav di Indonesia.

“Investasi ini naik. Tahun lalu, hanya Rp1,9 triliun. Harapan kami, tentu tingkat keselamatan di perlintasan udara lebih baik lagi,” ujar Novie Rianto.

Dikatakan, pihaknya tidak fokus meningkatkan pertumbuhan traffic penerbangan di bandara-bandara besar saja. Namun, bandara kecil dan bandara-bandara perintis, menjadi skala prioritas.

“Di Papua saja, AirNav menggenjot 45 program senilai Rp245, 5 miliar.‎ Intinya, AirNav akan melayani semua pesawat. Mulai dari tingkat kepuasan pelanggan airlines hingga kualitas indeks harus terus naik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI Padang, Agoes Soebagio mengapresiasi kerjasama dengan pihak AirNav, selaku operator pendukung utama penerbangan.‎ “Seluruh lalulintas penerbangan diatur, AirNav tak kelihatan, tapi kontribusinya jelas,” kata Agoes.

Agoes mengatakan, untuk tingkat pengamanan, pihaknya juga telah menggelar kampanye simpatik serentak di seluruh bandar tanah air. “Penerbangan butuh kenyamanan. Ini yang juga diberikan AirNav,” ujar Agoes.

Agoes juga menjelaskan, untuk di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), ada dua penerbangan internasional, pertama tujuan Malaysia tiga kali penerbangan setiap hari, kemudian untuk penerbangan Padang-Jedah, ada satu kali seminggu, dengan waktu Sabtu-Minggu.

Dibukanya penerbangan Padang-Jeddah (umrah), menjadi destinasi favorit oleh pengguna penerbangan. “Lihat saja, Sabtu dan Minggu, di bandara pasti dipadati jamaah umrah,” katanya.

Dengan adanya penerbangan Padang-Jeddah, mengurangi ketergantungan penerbangan umrah via Jakarta. Pasalnya, Padang-Jeddah hanya sembilan jam penerbangan.

Terakhir dia mengatakan, dengan adanya kenaikan tari penerbangan, frekuensi penerbangan di BIM jauh menurun. Biasanya, dalam satu hari ada 63 penerbangan, kali ini hanya 20 penerbangan. (deri)