AJI: 2016 Tahun Berbahaya bagi Jurnalis Indonesia

×

AJI: 2016 Tahun Berbahaya bagi Jurnalis Indonesia

Sebarkan artikel ini
Aliansi Jurnalistik Independen (net)
Aliansi Jurnalistik Independen (net)
Aliansi Jurnalistik Independen (net)

JAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyebut 2016 sebagai tahun yang berbahaya bagi jurnalis di Indonesia. Selain masih banyaknya kasus kekerasan terhadap awak media, terdapat pula regulasi yang justru mengancam aktivitas jurnalis.

Ketua AJI Suwarjono saat memaparkan ‘Catatan Akhir Tahun 2016 AJI’, mengidentifikasi setidaknya ada lima undang-undang yang berisi pasal-pasal yang dinilai mengancam dan berpotensi merusak kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia.

“Seperti Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata), UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU Intelijen Negara, dan UU Pornografi,” jelas Suwarjono di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (23/12).

Ia menerangkan, hal yang paling mengancam adalah revisi UU ITE yang sudah mulai berlaku pada 28 November 2016. Dalam hasil revisi itu, ada empat perubahan mendasar.