Ajukan PK, Irman Gusman Sampaikan 3 Novum

Irman Gusman (antara foto)

PADANG – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengelar sidang perdana peninjauan kembali (PK) yang diajukan Irman Gusman atas vonis 4,5 tahun penjara karena kasus suap kuota pembelian gula di Perum Bulog.

Mantan Ketua DPD RI itu mengaku memiliki alat bukti baru atau novum.
Sidang dimulai dari pukul 10.45 WIB. Irman yang mengenakan kemeja batik
motif bunga-bunga sempat menyalami satu per satu pengunjung sidang. Saat
berjalan menuju kursi pesakitan, Irman tersenyum. Dia didampingi kuasa
hukumnya Lilik Setyadjid. “Ini hak saya sebagai pencari keadilan,” kata
Irman Gusman, Rabu (10/10).

Di depan majelis hakim dipimpin Diah Siti Basariah dalam sidang, Lilik
mengatakan ada tiga alasan mereka mengajukan PK. Pertama adanya tiga alat
bukti baru yakni tentang surat Memi yang menyebut Irman tak tahu akan
diberikan Rp100 juta terkait kuota impor gula.

Lilik mengklaim kliennya tidak pernah tahu Memi akan ke Jakarta dan
membicarakan pemberian uang hadiah ke Irman. “Karena itu pemohon PK tidak
bisa dikatakan menerima sesuatu yang berhubungan dengan jabatannya atau
bertentangan kewajiban atau tidak dilakukan dalam jabatan,” katanya dikutip
dari okezone.

Terkait adanya surat perintah setor pada 28 Juli 2016, Lilik menilai Bulog
hanya menyetujui penjualan gula untuk operasi pasar dilakukan perusahaan
Memi dan Xavendariandy yakni CV Semesta Berjaya 1.000 ton, bukan 3.000 ton.
Lilik menilai adanya kontradiksi atau pertentangan dalam putusan majelis
hakim memutuskan vonis terhadap Irman.

Dia juga menganggap vonis majelis hakim atas dakwaan jaksa tidak berdasar pada aturan hukum positif Indonesia, khususnya tentang perdagangan pengaruh (tranding in influence).

Kuasa Hukum Irman Gusman, Muhammad Rullyandi mereka juga menyerahkan bukti
tiket pesawat, surat keterangan dan bukti penyetoran serta hitungan yang
disetujui untuk harga gula ke hakim sebagai bagian dari novum.

“Sebagaimana tadi sudah disebutkan, ada bukti tiket pesawat, surat
keterangan dari saudara Memi dan juga ada bukti penyetoran dan hitung yang
disetujui untuk harga gula. Nanti akan kita dalami lagi pada sidang
berikutnya,” ujarnya.

Mereka meminta hakim mengabulkan PK Irman Gusman dan membebaskan kliennya
dari pidana. (aci)

Loading...