Akhirnya Para Santri  Bisa Tidur Nyenyak

 

Mulyadi (dua dari kanan) bersama Bupati Ali Mukhni  sowan kepada pendiri ponpes Nurul Yaqin Syekh Ali Imran Hasan  saat mengunjungi ponpes itu sekaligus meninjau pengerjaan pembangunan asrama. (*)
Mulyadi (dua dari kanan) bersama Bupati Ali Mukhni sowan kepada pendiri ponpes Nurul Yaqin Syekh Ali Imran Hasan saat mengunjungi ponpes itu sekaligus meninjau pengerjaan pembangunan asrama. (*)

PARIK MALINTANG – Syafrinita, santri asal Teluk Kuantan, Riau akhirnya bisa tidur nyenyak setelah menempati asrama Darussalam Putra, sejak Agustus 2014. Asrama berlantai tiga milik Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Yaqin, Ringan-ringan, Kecamatan Enam Lingkung, Padang Pariaman itu dihuni sekitar 400 santri.

“Sebelum ada asrama ini, saya dan teman-teman lain tidur di surau-surau milik masyarakat sekitar ponpes. Ya, berpencarlah. Soal tidur, kadang tidak nyenyak, kadang nyenyak, tapi tidak senyenyak di asrama,” ujar Syafri dan dibenarkan sejumlah kole­ganya kepada  Singgalang, belum lama ini.

Tidak hanya soal tidur nyenyak, dengan berkumpulnya para santri di asrama tersebut, mereka bisa saling belajar. Kekompakan terja­ga, rasa kesetiakawanan terbangun. Ukhuwah islamiah terpelihara. Mereka bersama-sama pula menuju kampus untuk belajar menim­ba ilmu agama dan pengetahuan umum. “Banyak untungnya kita nginap di asrama,” tambah Zaki, santri lainnya.

Kehadiran asrama di ponpes tersebut, tidak saja membuat para santri kian semangat menuntut ilmu, tapi melihat perkembangan ponpes Nurul Yaqin yang makin diminati calon santri, kehadiran sebuah asrama menjadi kebutuhan.

“Santri kita banyak. Asrama ini saja, sebetulnya berkapasitas 300 orang, tapi yang menghuninya ada sekitar 400 santri. Tapi, para santri tetap senang dan bahagia. Mereka bisa bersama-sama. Bela­jar dan diskusi saat jam istirahat,” kata Kepala Sekretariat, M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah.

Menurut dia, keinginan pihak pengelola untuk mendirikan asrama santri sudah lama, terutama sejak peminat mulai banyak datang ke Ponpes Nurul Yaqin dalam kurun waktu lima belas tahun terakhir.  Namun belum juga terwujud.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni juga mendengar kabar tersebut. Dia pun berusaha bagaimana pembangunan asrama pondok pesantren bisa direalisasikan di sana.

Mulyadi, anggota DPR dari daerah pemilihan Sumbar II (termasuk Padang Pariaman), juga mendengar aspirasi tersebut. Kehadiran asrama di ponpes, mendesak. Apalagi asrama itu sangat menunjang proses belajar mengajar di sana.

Next
Loading...
BAGIKAN