oleh

Amnesty Internasional Ungkap Dugaan Penyiksaan oleh Brimob, Ini Reaksi Polri

JAKARTA – Mabes Polri mempersilakan Amnesty International Indonesia menyerahkan temuannya terkait dugaan oknum personel Brimob melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap demonstran serta orang-orang yang berada di sekitar lokasi kericuhan pada 21–23 Mei 2019 ke Tim Investigasi Gabungan.

“Monggo saja hasilnya diserahkan Tim Investigasi Gabungan untuk didalami,” Kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (26/6).

Ia mengatakan, jika semua hasil investigasi sudah terkumpul, Polri bersama lembaga terkait akan mengumumkan kepada publik. “Nanti hasilnya akan dirilis bersama dengan Komnas HAM, Ombudsman, dan Kompolnas,” tegasnya dikutip dari okezone.

Sebelumnya Amnesty International Indonesia mengungkap dugaan oknum personel Brimob melakukan penangkapan dan penyiksaan terhadap demonstran serta orang-orang yang berada di sekitar lokasi kericuhan, salah satunya Kampung Bali, Jakarta Pusat pada 21-23 Mei 2019.

Peneliti Amnesty International Indonesia Papang Hidayat mengatakan setelah video belasan personel Brimob melakukan penyiksaan di Kampung Bali pada 23 Mei 2019 viral, pihaknya turun ke lapangan untuk melakukan investigasi.

“Kami mengindetifikasi ada lima, paling sedikit empat, jadi ada empat korban lainnya di Kampung Bali pada saat bersamaan. Ini kejadian di situ sekitar pukul 05.30 WIB ada personel Brimob yang memaksa masuk dibukain pintu oleh petugas parkir,” kata Papang di Jakarta, Selasa (25/6). (aci)

Berita Terkait