oleh

Andre Ditugaskan Gerindra Maju di Pilkada Padang

Andre Rosiade saat bersilaturrahim ke DPW PKS Sumbar. (*)
Andre Rosiade saat bersilaturrahim ke DPW PKS Sumbar. (*)

PADANG – Politisi muda Andre Rosiade mengaku mendapat tugas dari Partai Gerindra untuk ambil bagian dalam pemilihan daerah Kota Padang pada 2018 nanti.

“Saya tak menyangka ditugaskan partai untuk maju. Sebelumnya saya hanya berkonsentrasi untuk pemilihan legislatif 2019. Ini adalah amanah partai, maka saya siap menjalankan tugas itu,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Gerindra Andre kepada wartawan, saat silaturrahmi dengan pengurus DPW PKS Sumatera Barat, Minggu (23/7). Kedatangan Andre ke DPW PKS Sumbar disambut Wakil Ketua Nurfirmanwansyah dan Marfendi.

PKS merupakan mitra politik Gerindra. Koalisi kedua partai selama ini sudah terjalin dengan indah. Mulai dari tingkat pusat hingga ke darah.

Menghadapi pilkada serentak 2018, Gerindra dan PKS akan melanjutkan tradisi koalisi di sejumlah daerah, baik itu di Jawa Barat, Jawa Tengah tak terkecuali di Padang.

Andre menjelaskan, untuk itu ia kemudian mengikuti mekanisme yang ada untuk maju dalam pilkada nanti. Ia diiminta menjalin komunikasi politik dengan mitra koalisi.

“Saya sudah bertemu dengan pengurus DPD PKS Padang. Tentu saya harus mengikuti mekanisme yang berlaku di PKS,” katanya lagi.

Penugasan dirinya oleh Partai Gerindra diharapkan dapat membawa Padang ke arah yang lebih baik lagi.

Ia menambahkan, ada empat persoalan yang menjadi titik perhatiannya nanti. Yakni macet, banjir, maksiat dan siap menjadikan Padang tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Saya memang kerap mengkritik Pak Mahyeldi. Tapi saya orangnya bertanggungjawab. Permasalahan Kota Padang yang saya sampaikan itu, siap dibantu untuk dicarikan jalan keluarnya,” tutur Andre.

Sementara Nurfirmanwansyah menuturkan, kemeesraan antara PKS dan Gerindra selama ini sudah terjalin baik. Komunikasi politik kedua partai juga sudah terjalin lancar.

“Sebenarnya tidak susah untuk menyatukan kedua partai dalam pilkada. Sebab keduanya sudah menjadi mitra koalisi,” tambahnya.

Namun, di PKS ada mekanisme yang perlu dilalui seorang calon untuk maju di pilkada. Mulai dari mendaftar ke DPD. Kemudian DPD mengusulkan ke DPW.

Setelah itu nama yang ada dimajukan ke DPP. Tinggal nanti DPP yang menentukan orang yang dimajukan dalam pilkada.

Siapun boleh mendaftar ke PKS. Namun ada dua syarat yang harus dimiliki. Yakn ada dukungan partai politik dan elektabilitas. Kalau dua syarat itu sudah dipenuhi, yang bersangkutan punya peluang besar maju.

Untuk diketahui, PKS sudah memutuskan untuk mengajukan Walikota Padang sekarang Mahyeldi bertarung di pilkada. Tentu saja, calon pendamping Mahyeldi nanti adalah orang yang bisa mendongkrak elektabilitas. (aci)

News Feed