oleh

Andrinof: Rencana Pemindahan Ibukota Negara Masih Terus Dikaji

Kendaraan terjebak kemacetan ketika melintasi proyek pembangunan MRT di Kawasan Jalan Sudirman, Jakarta (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Kendaraan terjebak kemacetan ketika melintasi proyek pembangunan MRT di Kawasan Jalan Sudirman, Jakarta (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

PALANGKARAYA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof A. Chaniago mengungkapkan rencana pemindahan ibu kota masih terus dikaji, namun saat ini pemerintah ingin mendahulukan untuk membangun 10 kota baru sebagai upaya penyebaran dan pemerataan pembangunan.

“Sekarang kita langkahnya lebih baik untuk menyiapkan pembangunan kota-kota baru. Ketika ada kota baru, bisa jadi dapat diincar jadi ibu kota baru,” katanya saat berdiskusi dengan pers di Palangkaraya, Senin (30/3).

Kementerian PPN/Bappenas akan membuat peta jalan untuk pemindahan ibu kota tersebut. Hal itu berdasarkan pertimbangan kapasitas Jakarta dalam beberapa tahun ke depan diperkirakan tidak dapat lagi menampung konsentrasi dan berbagai aspek kegiatan penduduknya.

Menurut dia, dalam lima tahun ke depan, berbagai aspek dari pembangunan sistem transportasi, kelestarian lingkungan, dan kualitas sanitasi sulit untuk menandingi percepatan penambahan beban penduduk di Jakarta. Akibatnya, banyak daerah di Jakarta yang dikhawatirkan menjadi daerah tidak layak huni.

“Jadi akan sangat urgent. Daya dukung Pulau Jawa tidak cukup,” kata dia.

Melihat kapasitas Pulau Jawa, Andrinof mengatakan ibu kota tidak mungkin jika dipindahkan ke kota di Pulau Jawa. Hal tersebut juga disebabkan Jawa merupakan sumber produksi pertanian di Indonesia. Jika ibu kota dipindah ke kota di Pulau Jawa dikhawatirkan terjadi alih fungsi lahan yang dapat mengurangi luas lahan pertanian

“Idealnya di Kalimantan. Letaknya harus dikaji lagi. Ini juga karena lebih dekat dari Jawa. Kalau terlalu jauh dari Jawa akan susah menjaga kesinambungan,” kata dia.

Wacana sebelumnya, ibu kota akan dipindahkan dari Jakarta ke Palangkaraya. Namun Andrinof mengatakan Palangkaraya sudah tidak layak lagi menjadi ibu kota, karena daya dukung lahan yang tidak memadai.

Beberapa wilayah yang cocok menjadi sasaran pemindahan ibu kota di Kalimantan adalah Sampit dan Pangkalan Bun. (*/aci)

sumber:antara

Loading...

Berita Terkait