oleh

Anggota Brimob Polda Sumbar Tewas Digigit Ular di Papua

TIMIKA – Anggota Satbrimobda Polda Sumbar yang bertugas di bawah kendali operasi (BKO) Polda Papua dan tergabung dalam Satgas Amole pengamanan obyek vital nasional PT Freeport Indonesia, Bripka Desri Sahrondi, meninggal dunia, Senin (29/7).

Bripka Desri meninggal setelah sebelumnya pada Sabtu (27/7) lalu digigit ular jenis death adder. Sebagaimana diwartakan okezone, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIT saat korban Bripka Desri bersama rekannya Bripka M Suhirman melakukan pengamanan di area sekitar Pos Iwaka, Distrik Kuala Kencana menjaga para rekannya yang sedang mandi di sungai atau Kali Iwaka.

Korban saat itu duduk di atas batang kayu yang sudah ditebang dengan posisi tangan kanan diletakkan bersandar pada pohon. Secara tiba-tiba seekor ular muncul di dekat tangan korban dan langsung menggigit tangan kanan.

Seketika itu secara refleks korban langsung memegang ular tersebut meski sempat digigit beberapa kali, kemudian ular dimasukkan korban ke dalam botol air mineral yang sedang ia pegang. Selanjutnya, korban terlihat oleh rekannya sedang memijat-mijat tangan bekas gigitan ular, dengan maksud mengeluarkan racun atau bisa ular tersebut.

Saat ditanya oleh rekannya, korban mengatakan dirinya baru saja digigit ular. Sekitar pukul 12.00 WIT rekan korban kemudian memanggil (melalui radio) Posko Amole guna meminta bantuan ambulan. Sekitar pukul 12.30 WIT ambulan baru tiba dan membawa korban ke klinik Kuala Kencana dengan kondisi yang sudah tidak sadarkan diri.

Ketika tiba di klinik Kuala Kencana korban sempat kehilangan napas, namun petugas medis berhasil melakukan resusitasi (pertolongan pertama bagi korban gagal napas-red) akhirnya korban bisa bernapas kembali.

Kemudian, petugas medis dari klinik Kuala Kencana merujuk korban ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas untuk mendapat perawatan lebih lanjut, yang mana berdasarkan keterangan dokter bahwa kondisi saraf otak korban sudah tidak berfungsi.

Hingga Senin pagi korban masih dirawat secara intensif di RSMM Caritas. Namun, sekitar pukul 09.00 WIT korban akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. “Yang bersangkutan pagi ini jam 09.00 WIT dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto saat dikonfirmasi.

Sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Padang, korban terlebih dahulu dishalatkan di masjid sekitar area Bandara Internasional Mozes Kilangan Timika. Jenazah korban dilepas dengan dilakukan upacara pelepasan. (aci)

Berita Terkait