ekonomi

Angka Kecelakaan Tinggi, PT KAI Divre II Sumbar Kampanye Keselamatan di Perlintasan Sebidang

×

Angka Kecelakaan Tinggi, PT KAI Divre II Sumbar Kampanye Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Sebarkan artikel ini
Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumbar menggelar kegiatan Kampanye Keselamatan dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2022 di Pelintasan Sebidang, yakni di Jl. Simpang Haru.ist

PADANG – Masih rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di pelintasan sebidang yang dapat mengakibatkan kecelakaan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumbar menggelar kegiatan Kampanye Keselamatan dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2022 di Pelintasan Sebidang, yakni di Jl. Simpang Haru.

PT KAI Divre II Sumbar mencatat, sejak Januari hingga Agustus 2022 telah terjadi 15 kecelakaan di pelintasan sebidang kereta api, dengan data korban meninggal sebanyak 2 orang, dan luka ringan sebanyak 9 orang dan selamat 4 Orang.

“PT KAI Divre II Sumbar mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi pelintasan sebidang kereta api, BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kanan, Kiri, Aman, Jalan) ” jelas Mohamad Arie Fathurrochman, Vice President PT KAI Divre II Sumatera Barat.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, PT KAI Divre II Sumbar turut menggandeng Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Perhubungan Kota Padang, PT Jasa Raharja Cabang Padang, TNI/POLRI, dan Pecinta Kereta Api.

Baca Juga:  Musim Kering, Perumda AM Kota Padang Minta Pelanggan Hemat Air

Rombongan melakukan pembagian brosur, serta pembentangan spanduk dan poster berisi BERTEMAN (Berhenti Tengok Kanan, Kiri, Aman, Jalan) dan himbauan untuk tertib berlalu lintas kepada pengguna jalan di perlintasan sebidang.

Vice President PT KAI Divre II Sumbar, Mohamad Arie Fathurrochman, menjelaskan, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Adapun dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyebutkan bahwa pada pelintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib:

a. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain;
b. Mendahulukan kereta api; dan
c. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Kemudian, lanjut Fathurrochman, untuk meningkatkan Peningkatan Keselamatan Perlintasan sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan, telah diatur pengaturannya secara khusus berdasarkan PM 94 Tahun 2018, tentang Peningkatan Keselamtan Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Api Dengan Jalan.