oleh

Angka Perselisihan yang Berujung Perceraian Cukup Tinggi

Kepala Kankemenag Padang Pariaman, Helmi membuka secara resmi kegiatan Bimwin angkatan IV di gedung pertemuan FKUB Padang Pariaman. (damanhuri)

PARIK MALINTANG – Untuk mewujudkan program pemerintah dalam rangka gerakan keluarga sakinah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, Senin (26/11), melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan IV di Aula Kantor Camat V Koto Kampung Dalam.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan penumbuhan serta kesadaran kepada usia nikah dan Calon Pengantin (Catin) tentang kehidupan rumah tangga dan keluarga,” kata Kepala Kankemenag Kabupaten Padang Pariaman, Dr. H. Helmi.

Selain itu, kata Helmi, kegiatan Bimwin juga untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia.

“Jika kita lihat angka perceraian rata-rata secara nasional lebih kurang 200 ribu pasang per tahun, atau sekitar 10 persen dari peristiwa pernikahan yang terjadi setiap tahun. Maka bimbingan perkawinan merupakan salah satu solusi dan kebutuhan bagi masyarakat untuk mengurangi terjadinya krisis perkawinan yang berakhir pada perceraian,” sebutnya.

Lebih jauh Helmi memaparkan, terjadinya peningkatan angka perselisihan, perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan pemahaman calon pengantin tentang kehidupan rumah tangga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 26-27 November, dengan tema “Melalui Bimbingan Perkawinan Kita Persiapkan Generasi yang Berkualitas” dan diikuti 50 orang peserta dengan narasumber Kepala Kankemenag, Helmi, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Suhendrizal, dan Fasilitator Bimbingan Perkawinan Provinsi Sumatera Barat serta tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Padang Pariaman. (damanhuri)

Loading...

Berita Terkait