Tak Berkategori  

AP II Dorong Bandara Kertajati Jadi Pusat Kegiatan Logistik dan Perawatan Pesawat

JAKARTA – Seperti diketahui, selama ini Bandara Kertajati tidak berkembang sebagaimana yang diharapkan, walaupun pihak Kementerian Perhubungan telah mendorong pihak maskapai penerbangan untuk beralih operasionalnya dari Bandara Internasional Husein Sastra Bandung.

Bandara Kertajati dimiliki PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang mayoritas sahamnya dipegang oleh Pemprov Jawa Barat (83,20%), PT Angkasa Pura II sebesar (14,62%), Koperasi Jabar (1,54%) dan PT Jasa Sarana (0,64%). Adapun AP II juga bertindak sebagai operator Bandara Kertajati.

Untuk itu, President Director of AP II, Muhammad Awaluddin kepada Singgalang di Jakarta, Senin (10/1) menyatakan Perseroan siap mendukung arahan Menhub untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik dan tempat perawatan pesawat (Maintenance, Repair and Overhaul/MRO).

Awaluddin menyebutkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Minggu, 9 Januari 2021, melakukan peninjauan ke Bandara Kertajati dan melakukan pertemuan dengan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), PT Angkasa Pura II (AP II), PT GMF AeroAsia Tbk, dan AirNav Indonesia.

Menhub menyampaikan agar Bandara Kertajati dapat menjadi pusat kegiatan logistik dan pemeliharaan pesawat (Maintenance, Repair and Overhaul/MRO).

“Kita harus gencar mensosialisasikan barang-barang apa saja yang bisa dikirim lewat Bandara Kertajati dan juga keunggulan biaya yang lebih efisien,” tutur Menhub.

Awaluddin menuturkan, pengembangan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik tepat dilakukan pada tahun ini sejalan dengan tren positif kargo udara sepanjang 2021.

“Ini saat yang tepat mengembangkan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik. Sektor angkutan penumpang pesawat masih dalam tahap pemulihan, tetapi sektor angkutan kargo udara sudah menunjukkan hasil positif,” ungkapnya seraya menyebutkan sepanjang 2021 pergerakan angkutan kargo di 20 bandara yang dikelola AP II secara kumulatif total mencapai 945.547 ton atau naik cukup signifikan 24,6% dibandingkan dengan 2020.

Awaluddin mengatakan, peningkatan volume angkutan kargo ini utamanya dipengaruhi bergeliatnya sektor e-commerce. “Bandara Kertajati harus dapat menangkap peluang ini, di mana pada 2022 kami perkirakan volume angkutan kargo akan semakin tumbuh seiring semakin bergeliatnya sektor e-commerce,” ujarnya.

Menurutnya, perkiraan volume angkutan kargo di 20 bandara AP II pada 2022 dapat mencapai total sekitar 1 juta ton. Bandara Kertajati dan bandara-bandara AP II harus memastikan dapat mengakomodir kebutuhan seiring dengan tumbuhnya volume angkutan kargo ini.

Awaluddin menuturkan, BIJB telah memiliki rencana untuk membangun kawasan kargo e-Commerce hub di Bandara Kertajati sebagai fasilitas mendukung e-Commerce khususnya terkait pengiriman barang/kargo. (ym)