Tak Berkategori  

APBN Defisit Rp55,2 T, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Sri Mulyani (net)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) pada April 2018 mengalami defisit sebesar Rp55,1 triliun. Angka defisit ini, jauh lebih kecil dibanding tahun lalu periode sama yang mencapai Rp72,2 triliun.

“Bahkan keseimbangan primer, kita surplus Rp24,2 triliun, jauh lebih besar dibanding tahun lalu periode sama sebesar Rp3,7 triliun. Jadi APBN kita kuartal pertama sangat baik,” ujarnya di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (11/5).

Di samping itu, tercatat belanja seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) mengalami peningkatan, sehingga menyumbang faktor positif pada pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2018.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga memaparkan, realisasi pembiayaan APBN pada April 2018 sebesar Rp188,7 triliun atau 57,9% dari pagu pembiayaan 2018. Realisasi ini lebih rendah dibandingkan 2017 pada April yang mencapai Rp195,4 triliun. Posisi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) sampai April tahun ini lebih tinggi Rp133,6 triliun dibanding tahun lalu Rp123,2 triliun.

“Dengan demikian, posisi kas pemerintah dalam kondisi yang cukup memadai,” kata dia sebagaimana diwartakan okezone.

Sedangkan dari sisi penerimaan perpajakan, pemerintah berhasil mengumpulkan pajak sebesar Rp416,9 triliun hingga April 2018. Penerimaan perpajakan tumbuh 11,2% apabila dengan memasukkan tax amnesty. Apabila tidak masukkan tax amnesty, maka pertumbuhan penerimaan perpajakan mendekati 15%. (aci)