APRIS Tuntut Komitmen Gubernur, Sumbar Digempur Ritail Besar

Ketua APRIS Sumbar Sepriadi (pegang mic).Ist

PADANG – Pasar rayak Sumbar dihadang ritail modren besar, baik dari dalam maupun dari luar. Sementara pasar rakyat tergantung hidup banyak orang.

Untuk itu, Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia Sumatera Barat (APRIS) mendesak komitmen Gubernur Mahyeldi untuk membatasi gerak ritail modern.

“Kita perhatikan, di Sumbar memang tidak ada tulisan Alfamart dan Indomaret. Sebenarnya bukan mereka tidak ada di Sumbar. Tapi menggunakan nama lain,”sebut Ketua APRIS Sumbar, Sepriadi Selasa (22/5/2023).

Dikatakannya, dua ritail raksasa tersebut sebenarnya sudah berada di Sumbar dengan ‘baju’ lain. Kondisi itu sangat berbahaya bagi keberadaan UMKM dan pasar rakyat.

Menurutnya, ketika nama Alfamart dan Imdomaret tidak ada tidak nampak di Sumbar. Namun ritail dengan modal besar menggunakan sistem franchise (waralaba) milik lokal lebih menggila membunuh pasar rakyat.

“Coba kita lihat ada, seperti Budiman, Acik Mart dan Citra Swalayan nama-nama ini lebih ganas menggilas pasar rakyat dan UMKM. Untuk itu kita minta pemerintah harus tegas, tertulis,”ujarnya.

Sebelumnya atas desakan tersebut, Gubernur Mahyeldi sempat merespon. Namun, hasilnya tidak juga nampak dalam bentuk peraturan tertulis.

“Informasinya sedang digodok di Biro Hukum, saya coba cek dulu komitmen gubernur tersebut,”ujarnya.

Dilain pihak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Barat mendukung pasar rakyat pada 19 kabupaten dan kota di daerah itu menjadi destinasi belanja yang menarik bagi masyarakat.

“Pasar rakyat saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan baik internal maupun eksternal. Dengan mengenali tantangan ini pasar rakyat bisa menjadi destinasi belanja yang menarik,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, Novrial di Padang, Selasa (22/5/2023).

Ia mengatakan tantangan internal itu seperti kondisi fisik yang kurang kondusif, keterbatasan sarana, dan lembaga pengelolaan yang kurang profesional.

Sementara secara eksternal, tantangan ke depan adalah invasi retail modern, pusat perbelanjaan dan pasar online dengan berbagai marketplace yang tersedia.

Novrial mengatakan Disperindag Sumbar menggelar bimbingan teknis bagi pengelola pasar rakyat serta pejabat dinas terkait agar bisa melakukan pemetaan tentang tantangan yang ada sesuai kondisi daerah.(yose)