Asli Chaidir; Jadikan Energi Positif Keberagaman di Lunang-Silaut  

Anggota DPR dari Fraksi PAN, H. Mhd Asli Chaidir dipakaikan blangkon dan ikut memainkan gamelan bersama komunitas keturunan Jawa di Silaut, Pesisir Selatan. (ist)

 PADANG – Keberagaman yang ada di tengah-tengah masyarakat wajib dirawat agar menjadi energi positif di dalam membangun daerah.

Hal itu disampaikan Anggota DPR dari Fraksi PAN, H. Mhd Asli Chaidir saat bersilaturahmi dengan komunitas masyarakat keturunan Jawa di Kota Mandiri Silaut 1, Nagari Lubuk Bonta, Kecamatan Silaut, Pesisir Selatan, Sabtu (13/10).

Kedatangan Asli Chaidir dan rombongan di daerah transmigrasi yang berbatasan dengan Muko-Muko Bengkulu itu disambut dengan pagelaran seni bernuansa Jawa, Reog Ponorogo Singa Wana Silaut 3, Ebeg Banyumasin Turangga Budaya Sungai Pulai dan kuda kepang.

Dalam kunjungan ini, Asli menyerahkan bantuan program kearifan lokal dari Kemensos RI untuk kelengkapan sarana dan prasarana paguyuban seni Reog Ponorogo Singa Wana Silaut 3.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk pelestarian budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Kearifan lokal yang ada pada masyarakat Lunang – Silaut perlu digelorakan terus agar tidak tercerabut dari akar budaya,” katanya.

Sementara itu tokoh masyarakat keturanan Jawa di Silaut, Kuswanto, mengpresiasi kehadiran Asli Chaidir di tengah-tengah mereka.

“Kami sudah menganggap Pak Asli itu bagian dari kami,  karena beliau peduli pada kami di Lunang – Silaut,” ujar Anggota DPRD Pesisir Selatan yang sudah dua periode menjabat.

Walinagari Sungai Pulai Pujiono yang hadir juga saat itu, menyampaikan beberapa permasalahan pembangunan kepada Asli Chaidir, di antaranya seringkali terjadi banjir di daerahnya, dan diharapkan ada normalisasi saluran drainase di sana.

Kemudian diminta ada program pemberdayaan petani dengan menciptakan kawasan
terintegrasi perkebunan sawit dan peternakan sapi Bali khususnya. Dimana pelepah atau limbah perkebunan sawit diolah menjadi pakan ternak, sementara itu limbah (kotoran) sapi diolah menjadi
pupuk.

“Yang dibutuhkan petani adalah mesin-mesin pengolahan limbah sawit dan kotoran
sapi,” ujar Puji yang juga Wakil Ketua DPC Patri (Persatuan Anak Transmigrasi Indonesia) Pesisir Selatan itu.

Di daerah transmigrasi Lunang – Silaut, ada sekitar 26 ribu masyarakat keturunan Jawa.
Sekarang mereka itu sudah lebur ke dalam masyarakat Pesisir Selatan. “Jadi kami
di sini sudah menyatu semua, Bhinneka Tunggal Ika, walau berbeda budaya tapi tetap
satu. Walau pun Reog Ponorogo, tapi pemainnya ada juga yang dari suku Minang,”
pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Asli Chaidir yang maju lagi menjadi Caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari PAN, dipakaikan atribut khas Jawa blangkon sebagai tanda bahwa Asli sudah menjadi pembina bagi  warga keturunan Jawa di Lunang – Silaut. (pepen)

 

Loading...