Tak Berkategori  

ASN Sekretariat KPU Dilepas Deraian Air Mata ke Tempat Isolasi

Pasien Covid-19 di salah satu hotel di Lubuk Alung, Padang Pariaman saat menerima makanan yang diantar keluarga. (ist)

 

PADANG – Hanya keyakinan yang kuat kepada Yang Maha Kuasa yang bisa meminimalisir kecemasan
keluarga tatkala Khairunnas dinyatakan positif Covid-19. Hidup dan mati, sudah ketentuan Allah SWT. Kita hanya bisa berusaha berbuat terbaik agar terhindar dari marabahaya.

Pegawai Sekretariat KPU Padang Pariaman itu akhir-akhir ini lumayan sibuk di dalam dan luar daerah melakukan tugas selaku abdi negara melalui lembaga KPU yang tengah penyelenggarakan helat Pilkada. “Pada 10 September sehabis Magrib, pesawat yang saya tumpangi bersama Komisioner KPU Ory Sativa Sakban landing di BIM,” ujar Ung, sapaan akrap Khairunnas.

Mereka langsung ke posko tes swab begitu keluar dari pesawat sesuai Protap Covid-19. “Seminggu setelah itu hasilnya keluar, Ory Sativa Sakban negatif, saya dikabarkan positif,” sebutnya.

Memang pada 4 September, Ung termasuk satu dari sekian banyak pegawai KPU yang sangat sibuk. Mulai pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati, berlanjut pemeriksaan dan penyusunan dokumen calon, dan verifikasi dokumen yang saat itu banyak dilakukan di Jakarta. Tak jarang, pemeriksaan dokumen itu sampai tengah malam yang membuat dia ikut bertanggang hingga Subuh menjelang.

“Sudahlah bertanggang tak sempat istirahat, datang pula panggilan untuk berangkat subuh-subuh ke Jakarta. Ambil peralatan dan semua dokumen, lalu tiba di bandara rapit test, sesuai Protap, terbang bersama pesawat yang dengan ringannya membelah langit, memecah awan yang berserak di udara,” katanya.

Tiba di Jakarta, kata Ung, tak langsung pula istirahat. Setelah check in di Hotel Lumire, langsung melakukan pemetaan wilayah, menyusun strategi, agar mudah saat di lapangan nantinya. Verifikasi dokumen persyaratan calon bupati dan wakil bupati tanggal 7 hingga 10 September di Jakarta itu dilakukan di instansi vertikal seperti KPK, Pengadilan Negeri Jaktim, Kantor Pajak, Pengadian Negeri Jakpus, Mabes Polri dan DPP beberapa Parpol serta Suku Dinas Dukcapil Jaktim dan kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

“Nah, sepulang dinas luar, corona itu terdeteksi. Saat dijemput ke rumah oleh petugas Covid, saya minta kebijaksanaan, agar tidak menimbulkan hal-hal buruk di tengah masyarakat,” ujar dia.

Berjarak sekian kilometer dari rumahnya di Koto Buruak Lubuk Alung, Padang Pariaman, Bukit Ujuang Guguak namanya. Lokasi jalan yang lengang, tak ada pemukiman penduduk, di situlah Ung minta dinaikan ke ambulans.

“Ini semata-mata menghidari kedukaan bagi keluarga dan masyarakat lingkungan. Keluarga dikasih pemahaman, agar menerima keadaannya ini. Lama juga, akhirnya baru reda tangisan yang sempat pecah di atas rumah,” cerita Ung.

Bagi Ung, terkonfirmasi positif Covid tentu sebuah takdir yang harus dijalani. Apalagi, sebagai aparatur sipil negara yang setiap keluar masuk bandara wajib tes swab dan rapit test. “Luar biasa, layanan selama karantina atau isolasi mandiri yang saya lakukan di salah satu hotel di Lubuk Alung itu dari tenaga medis,” katanya.

Positif orang tanpa gejala (OTG), Ung menjalani masa isolasi selama enam hari. Hidup sehat, olahraga yang rutin, asupan gizi yang cukup, serta makan yang sesuai standar, Ung akhirnya berhasil menjalani masa-masa kritis bercampur riang gembira. “Yang perlu diketahui, masyarakat jangan sampai termakan isu atau berita bohong soal uang yang diterima setelah keluar dari isolasi dari pemerintah. Itu sama sekali tidak ada, selain fasilitas yang lebih dari cukup yang kita terima selama karantina,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman Yutiardy Rivai bersama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Nurhayati menyebutkan, pihaknya selalu memberikan yang terbaik dalam penanganan pasien Covid. “Sesuai Protap, kita melayani secara maksimal. Mulai dari makan, minum, asupan gizi, istirahat yang cukup, dan olahraga selalu jadi perhatian petugas,” katanya.

Yang tak kalah penting itu, adalah rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan terjalin dengan baik. “Kita mengimbau masyarakat agar selalu patuh dan taat terhadap protokol kesehatan. Kita sehat, orang lain pun sehat akibat saling menjaga aturan kesehatan di tengah pandemi,” ujarnya. (DMH)