Tak Berkategori  

Azis Ajak Generasi Muda Ciptakan Lapangan Kerja

Aziz syamsudin (okezone.com)
Aziz syamsudin (okezone.com)
Aziz syamsudin (okezone.com)

JAKARTA – Kebijakan ekonomi global dinilai semakin tidak memihak kepada masyarakat. Ditambah lagi dengan masuknya masa Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membuat mayarakat Indonesia semakin sulit untuk bersaing.

Untuk itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Kosgoro 1957, Aziz syamsudin mengimbau generasi muda tidak hanya berfokus pada pencarian lapangan kerja, tetapi harus dapat menciptakan lapangan kerja.

Politisi asal Partai Golongan Karya ini pun menghimbau dengan adanya MEA, masyarakat Indonesia khususnya generasi muda ada baiknya tidak hanya berfokus pada pencarian lapangan kerja tetapi harus dapat menciptakan lapangan kerja.

“Generasi muda bangsa saat ini kiranya jangan hanya berharap untuk mendapat kerja, jiwa menjadi seorang entrepreneur harus ditanamkan agar dapat menciptakan lapangan kerjaguna menciptakan ekonomi Indonesia yang lebih baik,” ujar politisi Golkar itu pada Simposium Global Kosgoro di Gedung DPR RI, Jumat (15/4).

Menurit Aziz, entrepreneur tidak hanya dapat membuka lapangan kerja baru, namun dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih meningkat bagi bangsa.

“Tantangan global semakin ke depan semakin berat, bilamana generasi muda ditanamkan jiwa kewirausahaannya, bukan hanya usaha baru saja yang diciptakan namun dapat membuat perputaran ekonomi yang baik hal inilah yang amat diperlukan bangsa ini ditengah persaingan ekonomi global,” tandasnya.

Sementara Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman yang berharap generasi muda Indonesia dapat semakin baik lagi untuk membangun ekonomi bangsa, di tengah persaingan global yang keras seperti saat ini.

“Bagaimana pun Indonesia merupakan negara terbesar di Asia yang menjadi penghelak pembangunan di tingkat global seperti saat ini. Oleh karena itu generasi muda saya harapkan jangan hanya berfokus dalam mencari kerja, namun juga memiliki jiwa wirausaha untuk menjadi pengusaha meningkat ekonomi bangsa” paparnya. (ery satria)