oleh

Bambang: KIH Berupaya Perkuat Posisi Tawar Terhadap Presiden

JAKARTA – Politisi Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo menilai saat ini partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tengah berupaya memperkuat posisi tawarnya terhadap Presiden Jokowi dengan cara melakukan politik pecah-belah partai oposisi.

“Praktik politik pecah-belah partai yang terjadi saat ini karena partai KIH ingin menaikan ‘bargaining posisition’ atau posisi tawar mereka terhadap Presiden Jokowi,” kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Minggu (12/4).

Ia menduga partai KIH belum puas kendati telah mendapatkan beberapa kursi menteri dalam kabinet dan direksi atau komisaris di sejumlah perusahaan BUMN serta konsesi bisnis triliunan, sehingga mereka ingin menguasai Presiden.

“Mereka kerap geram dan ‘galau’ karena sampai saat ini mereka merasa sulit mengatur Presiden,” kata dia.

Kondisi tersebut diperjelas dalam pidato politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kongres PDIP di Bali, yang berkali-kali menekankan bahwa para anggota DPR, menteri termasuk Presiden adalah petugas partai dan harus tunduk pada aturan, misi dan visi partai.

Menurut Bambang, kesulitan partai KIH untuk menundukkan Presiden lantaran suara partai KIH di parlemen, tidak terlalu kuat dibandingkan dengan kekuatan Koalisi Merah Putih (KMP).

Terlebih, hubungan Presiden dengan KMP belakangan semakin dekat, terutama saat pembahasan APBN-P 2015.(*/aci)

sumber:antara

Loading...

Berita Terkait