Tak Berkategori  

BAN S/M Sumbar Beri Pelatihan Secara Virtual Pada 76 Asesor Akreditasi

Peserta pelatihan asesor akreditasi sekolah/madrasah tingkat Sumbar mengikuti kegiatan dengan system Daring yang dilaksanakan BAN S/M Provinsi Sumatera Barat. (Maswir Chaniago).

PADANG – Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Pelatihan Asesor Akreditasi secara Zoom Meeting bagi 76 Asesor Akreditasi tingkat Sumatera Barat. Peserta pelatihan berasal dari Pengawas Pendidikan SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, Dosen dan Widyaiswara.

Pelatihan yang berlangsung Selasa hingga Sabtu (22-26/9) itu dibuka secara resmi oleh Ketua BAN S/M Provinsi Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M. Pd.

Dalam sambutannya, Sufyarma Marsidin mengatakan, walaupun dalam kondisi pandemi covid-19 yang akhir-akhir ini menunjuukkan peningkatan, namun karena sudah merupakan program kerja bagi BAN S/M untuk melaksanakan visitasi akreditasi ke sekolah/madrasah, maka pelatihan bagi asesor akreditasi harus dilaksanakan.

“Pelatihan diselenggarakan dengan tujuan agar setiap asesor akreditasi dapat memahami kebijakan akreditasi sekolah/madrasah, memahami memahami paradigma dan petunjuk teknis pengisian, memahami prosedur profesional judgement untuk pembuktian capaian kinerja satuan pendidikan, memiliki keterampilan menyusun laporan visitasi, memberi umpan balik dan rekomendasi, sistem penilaian akreditasi serta memahami norma dan kode etik asesor,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana pelatihan, Drs. Alnis Gusra, M. Pd dalam laporannya mengatakan, peserta pelatihan merupakan asesor yang sudah dinyatakan lulus mengikuti uji Kompetensi Asesor (UKA) beberapa waktu lalu yang dilaksanakan BAN S/M pusat.

Narasumber selama pelatihan berasal dari anggota BAN S/M pusat dan anggota BAN S/M Provinsi Sumatera Barat yang sudah lulus pelatihan sebagai pelatih. Peserta pelatihan selain diikuti asesor akreditasi juga diikuti anggota BAN S/M Provinsi Sumatera Barat. Total peserta semua sebanyak 96 orang. Selama pelatihan, peserta mengikuti beberapa bentuk kegiatan, yaitu pleno, diskusi kelompok, praktik visitasi daring pada sekolah yang sudah ditunjuk disertai laporan hasil visitasi serta tes akhir. (maswir)