Banjir Saban Tahun, Normalisasi Batang Lembang Tetap Diajukan


Menyusul susutnya luapan air, Warga Padang Belimbing Kotosani bahu membahu melakukan pembersihan lingkungan yang terdampak kotoran lumpur dan genangan air, Minggu (4/11) .
(rusmel dt.sati)

AROSUKA – Mengantisipasi kerusakan fasilitas umum akibat banjir, warga selain bahu-membahu membersihkan kali Beringin, kadis PU dan Penataan Ruang Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna mengaku harus harus membagi kerja alat berat yang dimiliki Pemkab Solok.

Saat ini, pihaknya fokus untuk memindahkan material longsor yang terjadi di IX Koto Sungai Lasi.

“Ada 20 titik longsor di Sungai Lasi, namun yang terparah ada 4 titik dan membuat akses jalan masyarakat terputus total, akses ini yang harus kita buka dulu,” katanya.

Selain itu, longsor juga merusak 4 rumah warga di Sungai Durian yang membuat warga tersebut harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Longsor juga terjadi di sejumlah titik di Nagari Katialo, Kecamatan X Koto Diatas.

Vivi menambahkan, terkait bencana banjir yang terjadi di Kubung, pihaknya tidak menampik telah terjadi kerusakan di daerah hulu sungai sehingga berkurangnya daerah serapan air. Mengatasi itu, ia terus mendorong pemerintah  untuk melakukan konservasi ulang dan reboisasi di kawasan hulu dengan berbagai program penghijauan.

Sementara di kawasan hilir Batang Lembang, Pemkab Solok akan berupaya meminta partisipasi masyarakat untuk mau membantu program normalisasi Batang Lembang yang sebelumnya terganjal status pembebasan lahan.

Dikatakan, upaya menggaet bantuan normalisasi sungai di daerah itu terus dilakukan.

“Untuk tahun ini juga ada, kami harap masyarakat bermurah hati dalam pembebasan lahan, karena kita sudah melihat dampak banjir ini tiap tahun,” kata Vivi. (rusmel)

Loading...