Tak Berkategori  

Banyak Objek Wisata Alam yang Belum Tergarap di Kota Padang

PADANG – Potensi objek pariwisata di Kota Padang belum tergarap dengan maksimal. Terutama objek wisata alam yang ada di pinggiran Kota Padang.
Pada umumnya, objek wisata tersebut masih alami dan belum mendapatkan sentuhan pengelolaan. Dengan potensi tersebut dapat dikelola oleh masyarakat sehingga menjadi sumber pendapatan yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu diungkapkan, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman pada Bimbingan Teknis Pelaku Ekonomi Kreatif di Hotel Rocky Padang, Rabu (13/10/2021). Bimtek tersebut akan berlangsung selama 2 hari.
Dikatakannya, pariwisata adalah sumber pendapatan yang cukup tinggi. Bali menyumbang devisa hingga Rp78 triliun pertahun pada negara. Sumbangan itu berasal dari perputaran dan uang yang ke Bali dari pariwisata.
Menurutnya, ada tiga faktor besar yang membuat orang untuk berwisata pada suatu daerah. Pertama, keindahan alam, kedua budaya dan ketiga kuliner. Dari tidak faktor tersebut, semuanya dimiliki Sumatera Barat dan Kota Padang khususnya. Hanya saja belum terkelola dengan maksimal.
“Ini masih potensi. Ada banyak potensi wisata alam yang bisa dikembangkan di Kota Padang,”ungkapnya.
Dirincinya, objek wisata alam tersebut mulai dari Utara Kota Padang, ada Ungun Saok, di Lubuk Minturun Koto Tangah Kota Padang. Ungun Saok memiliki keindahan alam yang berasal dari aliran sungai dengan air yang bening dan alam yang asri.
Bergeser ke Selatan bisa sampai ke Lubuk Tampurung di Guo, Kecamatan Kuranji, selama ini objek ini sudah dikunjungi oleh wisatawan lokal. Itu hanya dari kalangan yang ada di Kota Padang. Namun, belum mendatangka wisatawan dari luar. Efeknya belum banyak bagi perekonomian masyarakat.
Selanjutnya ada Danau Gariang, di daerah Pauh, juga bisa menjadi objek wisata yang menari. Begitu juga Air Hilang, Goa Kelelawar, Ngalai Kambiang, Lubuk Udang dan Lubuk Hitam di daerah Bungus Teluk Kabung.
“Jika dibanding daerah lain,mereka punya alam dan budaya, tapi kuliner tidak. Tapi pariwisatanya maju, kenapa kita punya ketiganya, tapi tidak maju. Maka dibutuhkan pengelolaan, manajemen yang tepat dalam mengembangkan pariwisata ini,”ujarnya.
Dengan itu, Sekretaris Partai Gerindra Sumbar ini juga berharap ke depan ada sumber daya manusia yang mampu membaca peluang dan mau mengembangkan objek wisata. Sehingga objek wisata di Kota Padang dapat dikelola dengan baik, kemudian berpengaruh pada pendapatan masyarakat Kota Padang.
“Yang kita harapkan orang datang, berbelanja. Sehingga uang berputar,”ulasnya.
Ketua FKAN Nagari Pauh IX Kuranji ini berjanji mendorong agar pelaku pariwisata dan pemuda di Kota Padang dapat mengembangkan potensi objek wisata yang ada.(yose)